Tampilkan postingan dengan label one shoot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label one shoot. Tampilkan semua postingan

I'm Going Crazy -oneshoot-





Inspirate by : I'm Going Crazy of SE7EN

Malam yang indah, seorang yeoja duduk di sudut balkon apartemennya sambil mengapit kedua kakinya dengan tatapan kosong kearah langit, tiupan angin malam menerpa wajah dan memainkan tiap helai rambut, tapi ia tidak peduli, ia tetap memandang langit dengan tatapan kosong.
drrrt, drrrrttt, drrrtt~
Getar ponsel membuyarkan lamunannya, ia segera meraih ponsel yang ada didekatnya, setelah melihat nama penelpon beberapa saat kemudian yeoja tersebut mengangkat panggilan tersebut.
“yoboseyo” ujarnya datar.
“hyuna-ya, liat channel xxx sekarang. PPali hyun-ah ppali!!”ujar suara diseberang tak sabar.
“waeyo, hyun-ah?”ujarnya masih datar, namun segera keruang tengah dan segera menghidupkan televisi dan menggantinya dengan channel yang diperintahkan si penelpon tersebut.
“just see it!”ujar penelpon seakan ingin membuat yeoja tersebut penasaran.
Tuuuuuuut, nada dari seberang menandakan sang penelpon telah mematikan teleonnya. Yeoja tersebut menghela nafas dan memperhatikan televisinya. Nampak seorang namja yang dikawal oleh bebarapa orang disampingnya berjalan kearah meja yang sepertinya sudah disiapkan sebelumnya. Yeoja terbelalak melihat namja tersebut, ia mengenal namja tersebut, tidak, bahkan ia sangat mengenalnya. Ia memperhatikan setiap kalimat, ah bukan, setia kata yang keluar dari mulut namja tersebut.
“………dan mengenai berita yang tersebar melalui media belakangan ini, memang benar, saya dan Lee Hyuna-sshi memang dekat, dan…..”
Namja itu menggantung kata-katanya, terlihat ia menghela nafas sejenak, kemudian kembali melihat kearah kamera. Yeoja tersebut terlihat semakin tengang, matanya tak berkedip memperhatikan siaran televisi yang disiarkan secara live tersebut.
“….dan semua kabar yang tersebar itu adalah benar, kami memang telah menjalin hubungan…kami memang telah berpacaran selama 2 tahun belakangan ini. Kami memang sengaja merahasiakan hal ini selama ini. Dan saya meminta maaf kepada semua penggemar atas ketidaknyamanan berita ini, dan saya berharap kalian semua dapat mendukung hubungan kami. Hmmm.  Aku, aku mencintainya, aku benar-benar mencintainya”
Bulir air mata mengalir dipipi mulus yeoja tersebut, ia menutup mulutnya dengan kedua tangan. Ia benar-benar tak menyangka namja tersebut akan berkata seperti itu. Airmatanya mengalir semakin deras, ia tidak dapat mendeskripsikan perasaannya saat ini, yang jelas ia merasa senang dengan pengakuan namja tersebut.
“dan untuk Hyuna-sshi yang mungkin menonton acara ini, hmmmmm, Hyuna-ya, ah anni, chagi-yah, mianhae, selama ini aku sudah menyakitimu, aku tidak mengerti dirimu, aku tidak tau apa maumu, mianhae. Mianhae karena aku telah egois, dan tidak mempedulikan perasaanmu, mianhae, jeongmal mianhandago, dan gumawo selama ini sudah mengerti aku, gumawo untuk telah bersamaku, gomapdago. Mohon tetaplah bersamaku, coz without you, I’m nothing. Saranghae, jeongmal saranghayo. Errrr, Gamsahamnida”
Namja itu berdiri kemudian membukuk hormat dan berjalan menuju pintu keluar diikuti oleh bebarapa pengawal serta para pencari berita yang seolah ingin menyerangnya dengan beribu pertanyaan. Namja tersebut segera ‘diselamatkan’ oleh para pengawalnya dan kemudian hilang. Tangis yeoja itu semakin kencang, ia tidak bisa lagi menahan dirinya untuk tidak menangis.
“nado saranghae”ujarnya sangat pelan.
XXX

_Flashback_
Siwon memejamkan matanya, sementara beberapa orang sibuk merapikan bajunya, menambah sedikit bedak dimukanya dan mengatur rambutnya. Drrrrrt, drrrrtt. Ia membuka matanya dan mengambil ponsel dari sakunya, melihatnya sebentar, kemudian membaca pesan yang masuk dengan cepat dan segera menaruhnya lagi ke dalam kantong, tanpa membalas pesan tersebut.
Drrrrrrt, drrrrtt, drrrrt, ponselnya kembali bergetar, ia kembali mengambil ponselnya. Kali ini sebuah telpon. Ia segera mengangkatnya begitu mengetahui siapa yang menelpon.
“yoboseyo”
“boe?”ujar suara dari seberang dengan nada manja.
“aku sedang sibuk hyun-ah, schedule ku banyak untuk hari ini”jawabnya.
“tapi siwon-ah..”kali ini dengan nada sedikit memelas.
“sudah ya, aku sibuk”ujarnya kemudian mematikan telponnya.
Sementara di tempat lain, seorang yeoja sibuk membaca script diatas sebuah van sambil terlihat sedang menelpon seseorang.
“yoboseoyo”suara dari seberang.
“boe?”ujar yeoja itu manja.
“aku sedang sibuk hyun-ah, schedule ku banyak untuk hari ini”
“tapi siwon-ah….”ujarnya kali ini dengan sedikit memelas.
“sudah ya, aku sibuk”ujar suara dari seberang. Kemudian terdengar bunyi tuuuuuut.
“yoboseyo, yoboseyo, yoboseo?”
Yeoja itu menatap layar ponselnya dengan tatapan sedih. Ia hampir menangis, namun ia menahan airmatanya agar tidak jatuh dan merusak make-upnya.
“Hyuna-yaaahh, sekarang ‘take’-mu, ppali”ujar seseorang berteriak.
“ne onnie, changkamanyo”ia mengatur nafasnyanya, kemudian memasang tampang seceria mungkin dan membuka pintu van dan keluar.
“ppali~”
“ne”ujarnya sambil mengikuti orang tersebut.
XXX

Hyuna melirik jam tangannya, ia mendengus kesal. Bukan hanya sekali ini, tapi sudah sering dan bahkan sangat sering terjadi seperti ini. Hyuna melirik keadaan sekitarnya, ia sedikit bergidik ngeri, bagaimana tidak, di malam seperti ini ia menunggu seseorang yang tidak tahu kapan akan datang dan hanya diterangi lampu jalan yang agak remang. Tapi hyuna tidak punya pilihan lain, jika bertemu di tempat umum akan diketahui para pencari berita yang tidak bertanggung jawab dan bagaimana kalau penggemar tahu?
Sebenarnya ia tidak terlalu memusingkan tentang karirnya yang akan hancur jika suatu saat hubungannya yang sembunyi-sembunyi itu diketahui penggemar, bahkan ia tidak peduli meskipun ia tidak menjadi artis lagi, atau bahkan mempunyai antifans sekalipun. Yang dikhawatikannya hanyalah karir orang dicintainya, hyuna tau bahwa kekasihnya ini baru saja ‘go internasional’, jika dia tertangkap mempunyai kekasih maka kemungkinan terburukya adalah ditinggalkan fans dan mempunyai banyak antifans, dan karir yang dirintisnya dengan susah payah akan hancur begitu saja.
Bukan munafik, sebenarnya hyuna ingin memilikinya seutuhnya, ia ingin semua waktu yang dimiliki kekasihnya hanya diluangkan khusus untuknya. Ia sudah sangat lelah dengan hubungan seperti ini, ia lelah jika hanya untuk bertemu kekasihnya saja harus sembunyi-sembunyi seperti ini. tapi hyuna sadar bahwa ia dan kekasihnya adalah public figure yang tidak mungkin melakukan apa saja yang ia mau didepan semua orang.
Hyuna kembali melirik jam tangannya, pukul 11.28 KST. Sudah satu jam berlalu. Mulai muncul pikiran-pikiran aneh di otak hyuna, bagaimana kalau seandainya dia tidak datang? Bagaimana kalau dia kenapa-napa di jalan? Ah, tidak, dia akan baik-baik saja, pikir hyuna. Dan yang mengerikan adalah, bagaimana jika ada orang yang mabuk yang lewat sini?
Tap, tap, suara langkah kaki terdengar jelas. Hyuna segera menoleh kearah suara berasal, takut kalau-kalau apa yang ia takutkan terjadi. Tapi setelah tau siapa yang datang ia kembali mebuang mukanya. Seseorang berjalan mendekati hyuna dengan nafas yang tak beraturan, seperti habis berlari.
“kau telat!”ujar hyuna sedikit ketus setelah orang itu sampai dihadapannya.
“hah! schedule ku sangat padat”
“tapi aku menunggumu sudah sangat lama”
“kau sudah tau kan schedule ku sangat padat belakangan ini”
“aku tau tapi setidaknya ka menel…”
“ah, sudahlah, aku minum sedikit tadi”
“dengan siapa?”
“hyung”
“hyung? Dengan managermu?”
“ne, aku sudah janji mentraktirnya”
“huh, good, lalu janji kita tidak ada apa-apanya?”
XXX

Hyuna kembali meneguk cappuchino lattenya, sesekali ia memperhatikan namja yang makan dengan lahap di hadapannya. Hari ini adalah hari special mereka, tapi sepertinya namja tersebut seperti lebih ‘mementingkan’ makanannya daripada Hyuna. ‘apa dia lupa hari ini?’ ‘ah, dia boleh melupakan hari valentine, tapi tidak untuk hari ini’ bathin hyuna. Dia terlihat sedikit agak kesal, tetapi berusaha menyembunyikan kekesalannya. Mereka sudah setengah jam disini hanya dalam keadaan diam. Dalam hati hyuna berharap kalau ini hanya upaya kekasihnya untuk mengerjainya dan memberikan surprise pada hari ini, meski ia tau kenyataannya tidak seperti itu.
“ apa begitu enak?”Tanya Hyuna dengan suara yang di buat seceria mungkin.
“hmmmmm…”namja itu masih konsentrasi dengan makanannya.
“siwon-ah, apa kau tau ini hari apa?”
“kamis kan?”jawab namja itu seadanya.
“tebak, apa yang special dihari ini”
“molla~”
“ini, hari ini anniversary kita yang kedua”
“ha???”
“geuresso, mogoh”ujar hyuna ketus.
XXX

Hyuna tersenyum senang, dia berjalan disamping kekasihnya. Malam sudah begitu larut, dan cuaca sedikit tidak baik, sehingga para penduduk kota seoul malas untuk keluar rumah dan jalanan kota seoul terlihat sepi. Suasana  seperti ini sangat bagus menurut hyuna, meskipun dingin dan sedikit gerimis, setidaknya pada saat ini dia bisa berjalan dengan bebas bersama kekasihnya.
Hyuna melingkarkan tangannya di tangan Siwon yang sedang memengang payung dengan pura-pura melihat kelangit, seolah-olah hal itu adalah reflex. Siwon tersenyum tipis melihat tangan hyuna yang sekarang sudah melingkar di tangannya. Untuk beberapa saat mereka menikmati keadaan tersebut.
Siwon melihat beberapa orang berjalan mendekati mereka dari arah berlawan. Ia sedikit cemas karena mereka berdua tidak sedang menyamar saat ini. Perlahan siwon melepaskan tangan hyuna dari tanganya, dan membuang muka agar orang-orang tersebut tidak melihat wajahnya. Hyuna yang kaget mendapat perlakuan tersebut diam dan menatap siwon dengan tatapan kesal. Siwon menyadari hyuna tidak berjalan disampingnya, ia pun menoleh kebelakang untuk melihat hyuna. Sedangkan hyuna dengan wajah kesal menatap kearahnya.
XXX

Hyuna berkonsentrasi menyetir sambil sesekali melirik namja yang berada disebelahnya yang bersikap tak acuh dengan memakai earphone ditelinganya, dan berpura-pura tidur. ‘huh, haruskah aku yang menyetir? Bukan kah dia namjannya?’bathin hyuna kesal. Jujur saja, ia sudah lelah dengan semua ini. Ia lelah tidak mendapatkan perhatian dari kekasihnya sendiri, dia lelah selalu diacuhkan kekasihnya, ia lelah selalu bersembunyi seperti ini, ia lelah dengan hubungan ini, benar-benar sudah lelah. Tapi ia tetap bertahan demi namja itu, dia benar-benar mencintainya.
“siwon-ah hari ini kita kemana?”namja tersebut masih diam dan tak acuh.
“ya!”
“siwon-ah?”hyuna mulai gerah dan menanggalkan earphone namja tersebut, ketara sekali wajah kesal namja tersebut saat hyuna menanggalkan earphonenya.
“kita kemana kataku”
“ah, mollasso, terserah kau saja aku lelah”
“haruskah selalu aku yang menentukan? Ya! kau namjanya, tentukanlah kita kemana”
“molla”
“molla? Bisa kah kau tidak berkata molla?”
“terserahlah, aku lelah”
“lelah????”
Hyuna mulai kesal, ia menghempaskan nafasnya dan menggigit bibirnya berusaha menahan amarahnya.
“Ya! kau pikir schedule mu saja yang padat, schedule ku juga padat. Aku  juga lelah.”
“lalu mengapa memaksaku pergi?”
“MEMAKSA???”nada hyuna mulai meninggi, ia benar-benar kesal dan marah.
Hyuna menambah laju kecepatan mobilnya, diliriknya namja disebelahnya yang sekarang tertidur pulas, hyuna makin kesal, ia sudah tidak bisa meredam amarahnya sekarang. Kemudian ia melihat tumpukan kardus sampah yang berada di tepi jalan yang belum sempat diambil petugas kebersihan, tanpa berpikir panjang hyuna segera menabrakan mobilnya ketumpukan sampah tersebut dan menimbulkan dentuman yang sangat keras sehingga menyebabkan namja itu terbangun. Namja itu terlihat sangat kesal, tetapi hyuna terlihat lebih kesal lagi. Hyuna segera meraih tasnya, dan keluar dari mobil itu, begitupula dengan namja tersebut.
“ya! Neo micheosso????”ujar namja itu setengah berteriak sambil mengejar hyuna. Hyuna membalikkan badannya menghadap ke namja tersebut.
“gurae, micheotta!”ujar hyuna ketus. Dan kembali berjalan meninggalkan  namja tersebut. Namja itu terlihat frustasi dan segera mengejar hyuna.
XXX

 “ya! Kita bisa bicara baik-baik!”ujar siwon setelah berhasil menahan hyuna.
“heh? Baik-baik? Bicara denganmu membuatku kesal siwon-ah, aku rasa kita tidak perlu bicara lagi!”ujar hyuna ketus.
“sudahlah, aku pergi, kau tidak ingin kan penggemarmu melihat hal ini! jadi pulanglah!”hyuna melepaskan genggaman siwon secara paksa dan kembali meninggalkan siwon. Sementara siwon hanya dapat pasrah menatap kepergian hyuna.
XXX

Disebuah café di kota seoul.
“hyun-ah, kau yakin dengan keputusanmu ini? pikirkan lagi”ujar Younghyun yang kini berada dihadapannya.
“onnie, coba pikirkan lagi. Jika tidak kau akan menyesal, kau melepaskannya begitu saja?”sambung Ririn.
“nde, aku setuju dengan mereka”timpal Jieun.
Hyuna menatap ketiga sahabatnya bergantian. Ia menghela nafas sebentar.
“ya! guys, aku sudah memikirkan ini berkali-kali, selama ini hanya kalian yang tau hubungan kami, kalian tau kan aku mencintainya, bahkan sangat, tapi aku juga lelah jika harus menyamar untuk menemuinya, aku lelah jika menemuinya ditempat sepi, aku sudah benar-benar tidak tahan, aku lelah.”ujar hyuna pelan. Tersirat dari wajahnya kalau sebenarnya ia juga tidak ingin melakukannya. Tapi ia rasa keputusannya kali ini benar. Ia sudah sangat lelah.
“okay, arrasso, kami mendukung semua keputusanmu onn”ujar Jieun diikuti anggukan Younghyun dan Ririn.
“gomapta”ujarnya sambil memalingkan pandangannya kearah luar café tersebut. Kemudian ia kembali menghela nafas.
XXX

Hyuna melangkahkan kakinya keluar dari gedung yang belum selesai di bangun itu, tetapi seseorang menariknya kembali ke dalam, ia berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman orang itu.
“YA! Kau tidak bisa seperti itu, pikirkan juga perasaanku!”ujarnya.
“PERASAAN???? Lalu bagaimana dengan perasaanku? Apa kau pernah memikirkannya? Kau tau aku lelah! Aku lelah karenamu! Aku lelah karea harus bersembunyi seperti ini!”
Siwon mendorong Hyuna ke tembok. Hyuna dapat melihat kemarahan yang tersirat dimata siwon. Hyuna menatap Siwon diam.
“YA! Kau tau, aku juga lelah bersembunyi seperti ini, tapi jika tidak seperti ini penggemar diluar sana akan membencimu, mereka akan menjadi anti-mu. Dan juga, kau tau impianku selama ini. Aku sedikit lagi bisa meraihnya. Itu obsesiku, dan kau tau itu!!!”bentak Siwon. Hyuna tidak bisa menahan airmatanya, airmatanya keluar begitu saja seiring dengan bentakan Siwon. Hyuna  menatap Siwon dengan tatapan kosong.
Klik, seberkas cahaya menerpa mereka. Siwon yang seketika sadar langung menarik Hyuna masuk dan mencoba mencari tempat persembunyian di dalam gedung tersebut.
XXX
_Flashback End_

Siwon berhenti sebentar di sebuah toko bunga yang dilihatnya dijalan sebelum benar-benar menemui hyuna di apartemennya. Ia memasang topi dan kacamata hitam sebagai alat penyamaran dan berharap sang penjaga toko tidak menyadari bahwa itu adalah dia. Karena memang sangat sulit bagi seorang artis sepertinya berada didepan umum secara tiba-tiba seperti ini.
“annyeonghaseyo”sapa seorang namja yang bekerja sebagai pramuniaga ditoko tersebut saat siwon memasuki toko itu.
“annyeong”
“ada yang bisa saya bantu”ujar pramuniaga itu mengikuti siwon yang berjalan kearah bunga mawar. Sang pramuniaga dengan cekatan menjelaskan arti dan mana yang terkandung dalam masing-masing warna bunga mawar dan arti dibalik jumlah yang yang diberikan. Siwon tersenyum sekilas.
“kalau begitu berikan 4 ikat mawar putih dan 4 ikat mawar kuning.”ujar siwon.
“ne”dengan cekatan pramuniaga tersebut merangkai pesanan siwon, agar terlihat lebih cantik. Tiba-tiba terlintas sebuah ide diotak siwon. Ia tersenyum dan melirik kearah pramuniaga.
“chogiyo ….”
“ne” ujar si pramuniaga yang kembali melihat siwon ditengah-tengah pekerjaannya.
Siwon mengisyaratkan agar pramuniaga itu mendekatkan telinganya kearah siwon. Siwon membisikkan sesuatu ketelinga pramuniaga tersebut. Pramuniaga tersebut sedikit kaget tapi akhirnya mengangguk mengerti.
XXX

Ting tong~
Bunyi bel memecah kesunyian diapartemen mewah di sebuah distrik di kawasan seoul. Hyuna terbangun, televisi masih hidup. Ia lupa mematikannya semalam dan tertidur diatas sofa karena lelah menangis. Hyuna melihat kearah jam dinding, jam 09.37 KST. Ia mendengus sedikit kemudian meregangkan otot-ototnya dan memukul-mukul bahunya pelan.
Ting tong~
Bunyi bel itu terdengar lagi.
“ne, changkamanyo~”ujarnya sedikit berteriak. Dengan malas-malasan Hyuna beranjak menuju pintu depan, sebelumnya ia melihat siapa yang datang dari monitor yang ada didekat pintu. Pengantar bunga? Siapa yang memberinya bunga? Bahkan siwon jarang memberinya bunga. Ah, mungkin saja dari fans. Ia membuka pintu dengan malas. 11 tangkai bunga mawar merah sudah ada hadapannya ketika ia membuka pintu. Ia menerima bunga itu, dan kemudian menutup pintu. Tidak ada nama pengirimnya. ‘apa ini stalker?’ bathin hyuna. Ia bergidik ngeri.
Ting tong~
Bunyi bel terdengar lagi. Hyuna melirik kearah monitor. ‘pengantar bunga lagi?’. Kemudian ia membukakan pintu. Kali ini 11 tangkai bunga mawar putih, ia menerima bunga itu dan ia kembali menerimanya. Lagi-lagi tidak ada pengirimnya.
Ting tong~
Bel kembali berbunyi saat ia memasuki ruang tengah dengan dua buket bunga itu. Ia meletakkan bunga itu diatas sofa dan kembali untuk membuka pintu. Kali ini 8 tangkai bunga mawar kuning dan putih. Kali ini pengantar bunga itu tetap berdiri di hadapan Hyuna saat ia akan menutup pintu apartemennya. Ia bingung. Kemudian namja itu mengeluarkan apel merah dari sakunya, dan memberikannya pada Hyuna. Hyuna semakin bingung. Disaat Hyuna masih bingung seperti itu, namja itu malah bernyanyi.
Ajikggaji mothaejun geumal moki meyeo sikeunhan geumal nuguboda saranghae ojik neowa na nannana nannana nanna
I sungani haengbokhae jeongmal naege waseo gomawo jeongmal nareul da julhan saram ojik neowa na nannana nannana baro neo”
Hyuna yang sekarang mengetahui siapa namja itu memalingkan mukanya.
“kau pikir aku akan memaafkanmu dengan apel ini?”ujarnya pelan, namun terukir senyum kecil dibibirnya.
“tidak suka bunganya?”ujar namja yang ternyata adalah siwon itu pelan. Hyuna hanya membalasnya dengan senyum tipis. Kemudian ia mengeluarkan sapu tangan merah dan menyulap setangkai mawar merah, dan memberkannya pada hyuna. Hyuna kembali tersenyum.
“lalu darimana kau belajar sulap?”
“donghae, dia mengajariku banyak hal”
“dia memang pria yang manis’”
“hey, bagaimana denganku?”
Hyuna hanya tersenyum menanggapi namja yang kini ada dihadapannya, dan berjalan menuju keruang tengah. Tapi kemudian ia kembali melirik ke arah siwon.
“kau tidak mau masuk?”tanya hyuna kemudian. Siwon tersenyum manis dan berjalan kearah hyuna berdiri.
“saranghae”ujar siwon pelan di telinga hyuna.
“nado”balas hyuna cepat.
Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah hyuna. Hyuna dengan cepat memejamkan matanya. Siwon tersenyum dan mebersihkan kotoran mata yang masih menepel disudut mata hyuna. Hyuna mebuka matanya.
“chagiya, kau baru bangun ya?”ujar namja itu sambil menahan tawanya.
Hyuna yang malu melempar bunga yang ada dipangkuannya ke dada siwon, dan kemudian berjalan ke ruang tengah. Ia malu dan sedikit kesal karena siwon telah merusak suasana.
“kau merusak suasana!”ujarnya sedikit berteriak.
Siwon hanya tertawa kecil sambil mengikuti hyuna ke ruang tengah.
XXX


RE-POST FROM : Pink.Ruby

falling in love with friend ver. 1 [oneshoot]

DILARANG KERAS MENG_COPY, REWRITE, REPUBLISH, WITHOUT PERMISSION!!!!!!!!

Siwon masih memandangi kotak kecil yang kini berada di genggamannya. Sesekali ia membuka kotak tersebut dan menutupnya kembali. Ia menghempaskan nafasnya seraya memandangi bingkai foto yang ada di meja kecil disebelah ranjangnya, didalamya ada foto seorang namja dan seorang yeoja yang memakai seragam. Tangan kanan sang yeoja memegang eskrim stoberi dan tangan tangan kirinya merangkul pundak sang namja mesra, sedangkan namja itu memegang eskrim coklat ditangan kanannya dan tangan kirinya seperti sedang memegang kamera mengambil foto tersebut. Ia tersenyum dan terus memandangi foto tersebut.
“hyung~~”sebuah suara mengejutkannya. Ia buru-buru meletakkan kembali bingkai tersebut dan menyembunyikan kotak kecil yang tadi dibawah bantal.
“aku udaah liaaatt!”ujar suara itu lagi. Siwon salah tingkah.
“hyuna nuuna lagi?”tanyanya.”ah, hyung, kau pabbo sekali! Kenapa tidak dari dulu saja katakan padanya!”tambahnya.
“ya! Minho-ya, bisa tidak kalau masuk ke kamarku ketok pintu dulu!”siwon mencoba mengalihkan pembicaraan. Namja yang dipanggil minho tidak menggubrisnya dan ikut duduk di ranjang siwon. Tangannya kini meraih bingkai foto yang tadi dipegang siwon, ia memperhatikan foto tersebut.
“kalian berdua itu cocok!”ungkapnya lagi. Sedangkan siwon hanya bisa diam.
“dasar pabbo kau hyung, kalau aku jadi kau pasti aku sudah mendapatkannya dari dulu!”ungkap minho lagi.
“ya! Kau itu masih kecil, jangan campuri urusan orang dewasa!”ujar siwon kemudian.
“setidaknya aku tidak sepertimu, memendamnya hingga bertahun-tahun.”
“kau itu tidak mengertii …”
“apanya?”
“mana mungkin dia ….”
“ya! Setidaknya dia tau perasaanmu! Itu lebih baguss daripada kau memendamnya seperti itu! Aku heran dengamu hyung, kok bisa-bisanya memendam selama itu? Kalau aku jadi kau, aku akan mencari yeoja lain yang jauh lebih cantik”
“………..”
“kalau kau tidak juga mengungkapkannya biar aku saja yang bersama hyuna nuuna”ujarnya lagi seraya mengambil ancang2 untuk kabur
“hei kau!”siwon mengejar minho.
“aku hanya bercanda hyung~”ujarnya sambil mnghindari cengkaraman siwon yang kini hanya berjarak setengah meter dibelakangnya.
**

“Hyuna-sshi, kau masih disini?”ujar seorang namja mengejutkan lamunan hyuna yang sedang menunggu seseorang.
“aaa~, ne eunhyuk-sshi~”jawab namja yang dipanggil hyuna tersebut. Mereka terdiam beberapa saat.
“ahh~ ne, kau pasti menunggu kekasihmu yang bernama siwon itu ya??”goda namja yag dipanggil eunhyuk itu.
“aniiyoo~, aniiyoo~, dia temanku.”
“teman apa teman???”eunhyuk makin semangat menggoda hyuna.
“chingu, chingu!”ujar hyuna dengan penekanan disetiap katanya.
“ah ne~ ara, tapi kenapa mukamu memerah begitu?”eunhyuk tak juga berhenti menggoda. Hyuna hanya terdiam dan menundukkan wajahnya.
“ha~ baiklah aku akan diam sekarang.”ujar eunhyuk sambil tertawa kecil.
“kau sendiri, mengapa masih disini eunhyuk-sshi?”
“aku? Aku, hehe, aku menunggu yujin, hehe~”ujar eunhyuk denagn muka memerah salah tingkah.
“kalian? Ha~, chukkae~”ujar hyuna kemudian.
“ne, gumawoyo~”
Mereka diam kembali, larut dalam pikiran masing-masing. Beberapa saat kemudian datang seorang namja dengan balutan kemeja coklat muda pas badan dan jeans hitam memegang sesuatu ditangannya, seperti kunci mobil.
“annyeonghasaeyo~” ucap namja tersebut sopan ke namja yang berdiri disebelah hyuna.
“eh, annyeong. Oh, ini namja yang berama siwon itu ya? Ah, kalian memang pasangan yang sangat serasi”ungkap eunhyuk.
“ah anniyo~ eunhyuk-sshi kami hanya berteman dekat.”ujar hyuna dengan muka yang sedikit memerah. Siwon sebenarnya sedikit kecewa dengan pernyataan hyuna tersebut. Tetapi memang begitulah kenyataannya, mereka hanya berteman. Ia juga mengutuk dirinya yang tidak berani menyatakan perasaannya tersebut.
“baiklah, aku duluan ya eunhyuk-sshi. Siwon-ah kajja~”
“annyeonghaseyo eunhyuk-sshi”ujar siwon dengan sopan.
“aahh, annyeonghaseyo siwon-sshi”
**
“nugu?”tanya siwon begitu mereka didalam mobil.
“ah, dia pelatih dance modern”ujar hyuna semangat.
“o~ bagaimana hari ini?”
“seru sekali~ semua siswa antusias~ ahhh~ senang sekalii~”ujar hyuna riang.
“jinjayo?”
“hmmmmm~”ujar hyuna bergumam riang.
“aaah, melihat mereka aku ingin kembali ke masa sekolah”tambah hyuna. Siwon tertawa kecil.
“kalau begitu ayo kita kembali kesekolah”ujar siwon kemudian.
“maksudmu?”tanya hyuna bingung. Siwon hanya tersenyum misterius.
**
Siwon memarkirkan mobilnya tepat digerbang Yeong-gwang High School. Ia mematikan mesin mobil dan beralih menatap seseorang yang ada disampingnya.
“kajja!”ucapnya.
“kau yakin? Ini sudah malam!”
Siwon mengangguk mantap, kemudian membuka pintu mobil dan keluar. Kemudian ia berjalan kearah agar yang telah terkunci rapat itu.
“ya! Siwon-ah, kau lihatkan pagarnya terkunci. Bagaimana kita bisa masuk?”protes seseorang dibelakangnya. Siwon menatap orang tersebut, kemudian tersenyum nakal.
“jangan bilang kalau kita akan memanjat!”lagi-lagi siwon tersenyum jahil.
“ya!! Shireo!!”ujar orang tersebut menyilangkan tangan didepan dada membentuk X.
“wae? Padahal dulu kau pemanjat yang handal hyuna-ya!”goda siwon.
“neo micyeosso? Mana mungkin aku memanjat dengan pakaian seperti ini?”siwon memandang orang yang dianggil hyuna tersebut dari bawah ke atas. Ia menggunakan semi-dress selutut dengan blazer dan high heels.
“wae? Dulu kau juga memanjat dengan memakai rok!”goda siwon dengan senyum evilnya.
“tapi kan …….” Belum sempat orang yang bernama hyuna itu melanjutkan kalimatnya, siwon sudah mulai memanjat pagar tersebut.
Hup! Siwon melompat masuk kedalam halaman sekolah, kemudian ia melirik hyuna dan mengisaratkan agar dia masuk. Hyuna menghela nafas dan menghempaskannya lewat mulut. Ia mulai membuka higheelsnya dan melemparnya ke dalam, siwon menghindar agar tidak terkena lemparan sepatu hyuna, dengan ragu hyuna mulai memanjat, ia tak yakin masih bisa melakukannya terlebih lagi sekarang dengan pakaian yang ia kenakan sekarang. Akhirnya iapun mulai memanjat pagar tersebut. Belum setengah pagar ia panjati, ia sadar bahwa siwon memperhatikannya.
“yaaa!! Siwon-ah! Apa yang kau lihat! Cepat berbalik!!!”serunya.
Setelah ia memastikan siwon telah membalikkan badan, ia mulai memanjat lagi. Namun, sesampainya diatas …
“kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~~~~”
Hyuna mendarat sukses di badan siwon, lama mereka terdiam dalam keadaan seperti itu, mata mereka saling menatap satu sama lain.
“ah, mian ..”ujar hyuna tersadar dan segera menjauhkan tubuhnya dari tubuh siwon, mukanya memerah, jantungnya berdegub sangat kencang sekarang. Ia tak berani menatap siwon. Ia bejalan memunguti higheelsnya dan memasangnya kembali. Saat ia berbalik siwon suda ada dibelakangnya dan segera menarik tangannya menuju edung sekolah.
**

“siwon-ah, apa kau masih ingat saat kita dihukum gara-gara terlambat? Kit dihukum tidak boleh mengikuti jam pelajaran, kau ingat?”tanya hyuna ketika mereka sampai disebuah kelas.
“tentu saja! itu semua karenamu! Aku jadi ikut terlambat! Coba saja kau tidak berdandan demi pria yang bernama Chansung itu, kita pasti tidak akan terlambat!’ujar siwon mengenang masa lalu. Hyuna hanya diam menanggapi. Sebenarnya ada sedikit rasa perih di hati siwon jika membicarakan tentang pria itu.
Chansung adalah pacar pertama Hyuna, dan siwon yakin kalau hyuna sangat menyukai Chansung meskipun laki-laki itu telah mengkhinatinya, karena itu ia tidak berani mengungkapkan perasaannya pada hyuna. Tapi kali ini, ia akan bertekad untuk mencobanya, meskipun ia tidak tau hasil akhirnya. Benar kata Minho, ia harus mencobanya.
Mereka masih diam, larut dalam pikirannya masing-masing. Sebenarnya hyuna tidak begitu menyukai chansung, jauh dilubuk hatinya ia menyukai seorang pria yang selalu ada didekatnya, Siwon. Hyuna tidak berani mengungkapkan perasaannya karena takut persahabatannya dengan Siwon akan hancur. Hyuna sengaja berpacaran dengan chansung agar bisa memancing perasaan Siwon, tapi kenyataannya Siwon diam dan mendukungnya berpacaraan dengan chansung.
“apa kau masih menyukainya?”tanya siwon pelan.
“……………, wae?”
“anni~ aku hanya ingin tau”
“…………….., kau sendiri? Tidak adakah gadis yang kau sukai?”hyuna balik bertanya.
“wae?”
“aku hanya ingin tau”hyuna mengembalikan ucapan siwon.
“menurutmu?”
“molla”ujar hyuna sambil menatap siwon yang duduk di bangku sebelahnya.
Siwon menghela nafasnya dan kemudian tersenyum, ia membalas tatapan hyuna.
“sebenarnya, aku sudah lama menyukai seorang gadis”ujarnya
“jeongmalyo?”hyuna berusaha untuk tetap tenang meskinun perasaannya sedang kacau sekarang. “ya! kenapa kau tidak memberitahuku? Dasar!”lanjutnya dengan ceria yang dibuat-buat dan memukul lengan siwon pelan. “apa dia cantik?” lanjutnya.
“hmmm, begitu lah”
Hyuna menganggukan kepalanya.
“ara, pasti ia sangat cantik”ujar hyuna dengan senyum yang dipaksakan, sekarang matanya beralih menatap papan tulis.
“kau jahat sekali, tidak membertihatu padaku”lanjutnya.
“apa kau ingin tau?”
Hyuna kembali menatap siwon. Pandangan mereka kembali bertemu. Siwon seperti menemukan sesuatu dimata hyuna, ia pun mendekatkan wajahnya ke wajah hyuna dan chu~, siwon menciumnya lembut dan melepaskannya setelah beberapa detik. Mata hyuna masih membulat kaget akibat perlakuan siwon tadi, ia terdiam.
“saranghae, jeongmal saranghaeyo”ujar siwon. Hyuna masih diam.
“siwon-ah ….”
“hyuna-ya mianhae, tidak seharusnya ak ….hmmphh”
Hyuna membungkam siwon dengan bibirnya, sesaat kemudian ia melepaskanya.
“nado saranghae”ujar hyuna pelan.
Siwon tersenyum, dan menarik hyuna dalam pelukannya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 
lagi lagi gumawo buat dongseng ku..
*nunduk*


kerusakan lambung tidak menjadi tanggung jawab author. TERIMA KASIH. (hidup pudding coklat!)

***

Siang itu panas terik, mobil fan rada mirip bus kelihatan melaju keluar tol menuju tempat wisata kota yang terkenal, DUFAN. (ya ampun, dufan pindah kekorea ya? xD).

isinya anak Super Junior semua. ada Leeteuk, Eunhyuk, Sungmin, Kang In, Ryeowook, Kibum, Donghae, Yesung, Siwon, Shindong, Kyuhyun, Hangeng, ama Heechul.

“asyik jalan-jalan”,ryeowook sama heechul tepuk-tepuk tangan.
“nanti aku mau foto sama monyet ah”,sungmin meluk bantal.
“monyet? noh, sama eunhyuk aja.. kan sama aja”,yesung nunjuk eunhyuk.
“iya, sama aku aja”,jawab eunhyuk.
“ga mau, kamu gak bisa gaya manjat monyet yang asli”,sungmin menolak.
“bisa tau, yee.. kamu gak tau skill terpendam aku selain dance sih”, eunhyuk bela diri.
“biarin..”,sungmin berkhayal foto sama monyet.

“ya ampun, kalian semua kaya orang bego aja”,siwon sewot terus masang headphonenya.
“cih, andre kim sewooot~”,heechul menoyor kepala siwon.
siwon kaget, membuka matanya.
“ya! kepalaku jangan sembarangan dipukul!”, heechul pura-pura tidak tahu.
“siapa yang pukul kepalaku tadi?”,siwon berdiri.
“dia”,heechul nunjuk hangeng.
siwon langsung bales noyor kepala hangeng.
“bukan aku!”,hangeng emosi.
“dia!” hangeng nunjuk leeteuk.
leeteuk yang lagi sleeping angel beauty dan tak berdosa langsung ditoyor sama siwon,
tiba-tiba leeteuk terbangun.
“akuu?? kenapa kau pukul aku, mr.panjang?” leeteuk berkacak pinggang dengan penutup mata yang sekarang dinaikin keatas kaya bando
belum dijawab siwon mobil tiba-tiba berdecit direm,
“ya tuhan!! kalian ini seleb bukan sih? ribuuuut aja dimobil. kaya anak kambing berantem, kalau mau ribut, sana turun! jalan sono sendiri ke dufannya, mau??”, sopir mobilnya mencak-mencak.
“maafkan kami pak sopirrr!”,ketiga belas pria paruh baya itu nunduk-nunduk sambil seruduk-seruduk kiri kanan.

perjalanan dilanjutkan, mobil kembali melaju.
“kyu, kamu punya makanan?”, kang in tanya kyuhyun.
“hm.. punya duooong, ada chitato, cha-cha, cheetos, taro.. kupat tahu juga ada”,kyu monyong.
“bagi dong..”,kang in minta tas kyuhyun.
“mau?”, kyu nyodorin tas ranselnya,
“he-eh. he-eh~”kang in, angguk-angguk.
“beli sendiri”,kyu melet.
“bener-bener! beli duooong sendiri”,donghae juga melet.
“kalau aku boleh minta?”,donghae noel-noel pipi kyuhyun”.
kyu senyum, “boleeh..”,donghae nari-nari kegirangan.
“aku boleh ya?”, kang in usaha lagi.
kibum yang melet, “beli duoooong..” (ikut-ikutan donghae, ya amppuunn.. kok kaya TK gini sih?)
kyu girang, “bagus bagus! kim kibum! kamu dapet coklat satu batang”.
“terima kasiiiih”, kibum ngambil coklatnya.

Sementara itu, ada sekelompok perampok yang sedang absen dipinggir jalan raya,
“kadir!”,
yang dipanggil menjawab, “hadir pak!”,
“sudah siap peralatannya?” si kepala gank rampok deketin si kadir.
“sudah pak…!! saya sudah check, ada cangkul dan bajak!”,
“bagus”, jawab si bapak.
“karim!”, si bapak ketua teriak lagi.
“hadir pak!”, jawab si karim,
“alat perang!”, teriak sibapak,
“obat nyamuk ama karung beras!”
“bagus!, itu target kita! ayo kita jarah!!!”
si bapak nunjuk mobil fan suju yang mau lewat.
“hadang mobil itu pake tali!”, sahut sibapak antusias dia sendiri make sebo nutup mukanya,maling professional. ckck patut diperhitungkan. xD
si sopir mobil kaget ngeliat pria bertopeng disiang bolong cegat mobil mereka pake tali plastik,
“ya ampun, rampok!”, dia teriak.
anak-anak suju yang lagi duduk, ama tidur males-malesan langsung panik,
“maling? really?”,kyuhyun meluk tas yang isi makanannya.
“iya, noh!”, sisopir ngerem mobilnya, pasukan maling berjalan kearah mobil fan mereka.
“gimana dong?”,sungmin panik,
“gak jadi foto sama monyetnya dooong”,
eunhyuk menjentikkan jarinya, “aha! lindes aja malingnya sampe gepeng pak sopir!”,
kibum menepuk pundak eunhyuk, “benar! lindes aja! abis itu kita kabur ke Indonesia, dufan disana lebih keren dari pada cabangnya yang di Seoul ini”,
“lindes.. lindes.. dosa tau”, kata ryeowook.
“iya ih, kejem bener. kita tembak aja mereka pake ketapel, gimana?”, shindong ngeluarin ketapel.
“dosa juga”,ryeowook geleng-geleng.
“terus?”, eunhyuk mikir.

“pasukaaaaan~!!!!”, leeteuk berdiri, beri aba-aba.
“SIAAAAPP!!”,semua member berdiri, sementara si sopir mobil udah kabur entah kemana.
ya ampun, sopir pengecutnya udah kabur.
“sembunyikan handphone dan uang kalian dalam tas saya ini,sekarang!!”, leeteuk ngeluarin semua isi tasnya.
semua member masukin handphone mereka,
siwon masukin headphone sama i-podnya, dompet.
ryeowook masukin handphone sama kamera digitalnya,
heechul masukin wig sama handphonenya, “wig?” leeteuk bengong,
“mahal tau.. beli di Indonesia (haha, Indonesia eksis ya xD) butuh waktu setahun aku nabung duit buat belinya”
semua member telah beres masukin barang berharganya.
kyuhyun, ya ampuuun. dia masukin makanan sama kaset gamenya,
“sangat berharga hyung, kalo ini sampai dimaling orang, aku gak mau nyanyi lagi”.
leeteuk pasrah, “ya sudahlah”.

“waw, saya kaya”, mata leeteuk hijau.
semua member natap leeteuk waspada.
“sepertinya justru di ranselmu lah yang tak aman hyung”, yesung manyun.
“sudah! tidak ada waktu lagi. kita sekarang gimana?”, alih leeteuk sambil sok mikir.
“tahan nafas! pura-pura mati!”,ide ryeowook.
“ide bagus.. super junior! tahan nafas dan non active mode on!”, leeteuk mengacungkan tangannya.

sementara si tas isi kekayaan mereka udah aman didalam tong sampah deket sungmin.
semua member suju pura-pura mati lemas, mata heechul merem melek.
“kok belum dateng ya?”, donghae buka suara.
“iya ya?”, siwon duduk, cool lagi.
“sempet makan kupat dulu gak ya?”kyuhyun mau ngambil tas ransel leeteuk.
“gak boleh! tas itu sudah aman dan steril, dilarang menyentuh”,titah leeteuk.
kyuhyun manyun, “ya elaah~ pelit amat”
kibum setengah berdiri, “mana sih malingnya? lama amat”
“hyuk jae, kakimu bau. pindahkan dari dadaku”, hangeng nunjuk kaki eunhyuk didadanya.
“kan ceritanya mati suri”,eunhyuk manyun.
“iya, tapi arahkan ketempat lain, bisa-bisa aku beneran mati gara-gara kakimu ini”
“kemana?”..
“ssssttt!!”, donghae merunduk.
“itu mereka lagi congkel pintu, mati lagi”, kyuhyun nutup mata.

suasana begitu sunyi.
“pak ketua, mereka pingsan!”
kadir menunjuk anak-anak suju.
“benarkah?”,si ketua celingak-celinguk terus noel-noel pipi kibum.
yang ditoel-toel gak respect.
“wah benar! jangan-jangan mati”,si ketua heboh.
“padahal belum pada kita bacok lho pak ketua”, kadir angkat bicara.
“iya.. wah~ gimana dong?”, karim panik.
“cek nafas mereka!”, ketua masuk kedalam mobil.
“aku cari dulu benda berharga mereka”, si bapak ketua lebih masuk kedalem fan.
pak ketua bongkar tas ransel shindong, isinya script mbc semua.
terus pindah ke ransel sungmin, isinya gaun tidur pink semua.
beralih ke eunhyuk isinya shampoo semua.

karim dan kadir cek nafas anak suju.
mulai dari sungmin, eunhyuk, donghae, siwon daaan seterusnya.
“ya ampun pak! mereka udah tiwas, gak nafas lagi”, kadir takut.


si bapak ketua geleng-geleng, “isi tas mereka ga mutu semua”.
mata si bapak tertuju kearah ransel terbesar milik kangin, siapa tau isinya duit.
“dapet duit segepok pun gak papa lah, dari pada gak dapet sama sekali”,kata si bapak. tapi begitu di cek, “ya ampun.. apa ini?”, isinya sandal jepit semua.
“tas mereka merek brand terkenal semua, tapi isinya kok?”
“kita maling tas mereka saja pak ketua!”, kadir unjuk tangan.
“ha! kamu pintar. mungkin lagi gak rezeki ya kita malak hari ini”, si ketua lemes.
kadir ama karim ngeluarin isi tas member anak suju, terus ngeloyor pergi ngikutin bapak ketua keluar dari fan.
“semoga arwah mereka diterima disisi-Nya yang pak ketua”, karim melankolis.
“iya, terimakasih tasnya..”,sahut si ketua, natap member suju dengan mata berkaca-kaca.
mereka bertiga jalan ngejauhin fan, sambil nenteng 12 tas ransel anak-anak suju yang mereknya terkenal.

mana satu lagi?
tas ransel leeteuk terselamatkan! hahaha xD
disangka paling takut diambil, gak taunya yang paling aman.

mata heechul terbuka, “mereka pergi!”
“asyik, foto sama monyetnya jadi”,sungmin nepok-nepok tangan eunhyuk.
“sama aku aja yuk”,eunhyuk usul lagi.
“gak mau”,sungmin melet.
“sama aku ajaa, ayoook~”,eunhyuk merajuk.
“gak mauuu~”,sungmin balas merengek.
“ranselkuu~”,donghae histeris.
“alaaah~ cuma satu doang juga, lebay deh ah~”, leeteuk mencibir.
“ya iyalah, kamu ga masalah. ransel kamu masih utuh, cih~”,siwon ikut manyun.
“kupat tahu!”,kyu mengambil tas ransel leeteuk dari tong sampah, ngeluarin kupatnya, asyik makan.
“bagi dong..”,kang in minta lagi.
“nih.. segigit ya?”,kyuhyun nyodorin kupat ditangannya.
kang in gigit gede-gede.
“ya! kau makan semuanya~!”kyuhyun sewot.
“terima kasih”,kang in senyum devil.
semua member sibuk beresin perabotan mereka yang pada kececeran, sandal jepit kang in, shampoo eunhyuk, gaun tidur sungmin, dll.
“hyung, kok sandal jepit sih?”,yesung tanya.
“made in Indonesia tau..”,jawab kang in.
“yang pinknya ada gak ya?”,tanya sungmin.
“ntar deh, pas kita ke Indonesia buat SS3 aku tunjukin tempat belinya. si mbak-mbaknya kasih murah lho..”,kang in promosi.
“berapaan?”,masalah murah, heechul angkat bicara.
“3 sepuluh ribu”, jawab kang in.
“ha? 10000 won?”, kibum melotot.
“kaga, 10000 rupiah”.
“iya aku mau.. besok pas di Indonesia anterin aku yaa..”,sungmin semangat (nb : si mba-mba yang jual sandal jepitnya aku lhooo,lee sung min datanglah, sayang xD)
“aku mau juga..”kibum unjuk tangan.
“oke aman!”, kang in senyum.

sementara itu, si bapak ketua, kadir dan karim duduk di trotoar pinggir jalan, tempat absen tadi. “ya ampun, hari ini kita ga beruntung ya..”,kadir lempar batu kejalanan.
“mana jalanan sepi lagi”, karim nyabutin rumput.
“kenapa kita gak maling fan mereka aja?”,bapak ketua sadar dari kebodohan.
“ya ampun, benar juga! fan mereka harganya pasti muahaaaal kalo kita jual ke pak samsudin dikampung sebelah”, kadir nepok kepalanya.
“kenapaa juga baru sadar pak ketuaa??”,karim buang nafas.
“berani kau bicara begitu terhadapku, yang ketua siapa?”, bapak ketua emosi.
“maaf pak ketua”, karim nunduk.
“ayo kita bawa kabur fan mereka”,bapak ketua berdiri, tersenyum kemenangan.
“terus mayatnya?”,tanya kadir.
“kita buang ke kebon pisang sono”,sahut si ketua.
“oke…”,2 anak buah si ketua langsung semangat lagi.
namun sayang seribu kali sayang, baru saja mereka akan melangkahkan kaki dan mengayunkan tangan menuju fan anak suju, tiba-tiba mobil fan itu melaju dengan sopir mr. choi siwon.
“itu..”,kadir nunjuk fan.
“jalan sendiri, pak ketua. fannya ada hantunya!”,karim histeris.
si ketua melotot,”mereka tidak mati, cepat kejar mobil mereka!”,si ketua berlari.
“hey! jangan kabur kalian!”si ketua teriak-teriak kearah fan.

member suju yang diatas fan malah sibuk nyanyi,
“naik-naik.. kepuncak gunung, tinggi-tinggi sekaliiiii”,
donghae ama hangeng tepok-tepok tangan.
kyuhyun makan chitato,
dan sungmin ama eunhyuk malah sibuk poto-poto sok sexy berdua.
siwon melihat si bandit-bandit nakal ngejar dari spion, dia ketawa.
“mereka elf kali ya?”, siwon nyengir.
“segitu amat ama kita, sampe ngejer fan”, leeteuk ngeluarin kepala dari jendela.
“pasukaaan!”, teriak leeteuk.
koor member berdiri, “siap!!”
“keluarin dari jendela kepala kalian semua, sampaikan salam terhangat buat elf kita yang setia dibelakang”,titah leeteuk.
“annyeooong!!! urineun syupe juniii~”
“OYOOOOOOOOO~!!!!” teriak mereka semua.
si bapak ketua udah ngos-ngosan ngelambai-lambai tangan kearah fan,
e, mereka yang di fan malah nyangka si bapak kesenengan terus bales daag-daag-an
(bener-bener banyak kesalah pahaman disini diantara dua golongan ini).
“kami juga cinta kaliaaaaannnnnn”, kyuhyun teriak,mulutnya penuh sama chitato.
ketiga bandit itu terkapar ditengah jalan raya.

“yeeeee!!!! Ke DUFAAANNN!!!”semua member tertawa cekikikan. TANPA MERASA BERSALAH SAMA SEKALI.
“monyet monyeeett”, sungmin mencak-mencak kegirangan.

***
pesan moral :

1. hindari bawa mobil dijalanan sepi, karena dikhawatirnya banyak penyamun kelas kakap mencari mangsa. kalau anda memang tak ada jalan lain menuju tempat tujuan, apa boleh buat, saran saya, lengkapi mobil anda dengan fitur pesawat mini. jdi bisa terbang juga. (penyamun 2010 belum punya jet, baru punya golok aja) -___-“ jadi anda aman mengudara.
2. perampokan dadakan bisa anda alami, namun ada cara menghindarinya, pura-pura mati suri (PERLU PERHATIAN!! CARA INI AKAN MEMPAN asal anda pesan dulu pada sang bandit waktu mau ngerampok untuk tidak mengecek detak jantung anda tapi hanya nafas saja) karena nafas bisa ditahan, tapi detak jantung tak bisa dihentikan, walaupun sedetik. ;) jadi dia taunya anda beneran mati.
3. jangan pakai ransel mahal saat jalan-jalan.
4. tempat paling aman menyembunyikan tas adalah tong sampah (nah lho? -____-“).
5. anak SUJU adalah anak-anak yang saya cintai sampai detik ini ( pesan moral kah?)
6. Sendal jepit Indonesia terkenal sampai Seoul (mari kita buka lapak sandal di Korea) !!!
7. DUFAN buka cabang di Seoul. (dufan gak ada monyetnya, umin sayaang)
8. sering-seringlah cuci kaki anda, agar tidak bau. (eunhyuk ;P)
9. Jika anda dirampok, tetaplah tenang, jangan panik, makan kupat tahu juga boleh ;D
10. terakhir, rajinlah menabung, beribadah, dan rajinlah browsing untuk liat perkembangan terakhir anak SJ dan comment semuaaaa FF ku nyahahahaha xD)

sungguh, ini kali pertamanya saya bikin cerita ABAL GINI. yang suka tolong rcl, yang gak suka juga tetep rcl, yang cuman baca dosa lho (niru ryeowook) ;)) poko’nya RCLnya banyakkiiiin. GAMSAHAMNIDA!! (ungkapan kegembiraanku pada FF ini ditujukan buat dongsaengku yang lulus masuk sekolah bagus, padahal daftarnya di sekolah itu doang, kalo gak lulus masa ga sekolah? kemaren pas pulang tes.. bilangnya.. “ya ampun uniii, soalnya susah xD”, tapi kamu lulus juga nakk -_____-* salut sayang)

( ririst # leesungmin # terimakasiiih pembaca sekaliaaan ) ^_________^”