- A Short Journey [three shoots FF/2] -

 

Genre: Sad Romance
Page: 3 shoots
Main Cast
Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun
Author as Park Younghyun
Park Jungsoo as Leeteuk
Kim Eunsoo


--------------------------
----------------
Chapter 2 - Memulai Ketika Akan Berakhir

Kyuhyun terlihat tersenyum sumringah setelah menerima MMS dari Younghyun. Di foto itu terlihat Younghyun berpose dengan mulut penuh memegang gelas jus yang Kyuhyun buatkan, jusnya tersisa setengah.
From: Park Younghyun
+6227031013
-- Gomapta. Memang tidak sebanding dengan yang pernah aku buatkan untukmu, tapi mungkin karena aku sedang lapar jadi sandwich dan jus ini terasa sangat enak. Aku berikan kau hadiah, chamkkaman...--

Selang beberapa menit sebuah MMS masuk lagi ke ponsel Kyuhyun, ia segera membukanya.
From: Park Younghyun
+6227031013
--Senyuman termanis Younghyun untuk Kyuhyun-ssi. :D --

Satu foto lagi, Younghyun kali ini berpose dengan senyum khasnya yang ceria. Kedua sudut bibirnya tertarik lebar menunjukkan deretan giginya yang rapi, daging pipinya memadat dan matanya nyaris tidak terlihat. Kembali Kyuhyun tersenyum melihatnya. Eunsoo yang tengah berdiri dihadapan Kyuhyun diam-diam memperhatikannya dengan tatapan curiga.
"Ya~! Kau kenapa? Aneh sekali. Senyummu seperti orang sedang jatuh cinta saja."
"Aniya~ Ayo kita mulai sekarang."
-----------------------------------------
Jam sudah menunjukkan pukul 9.30 p.m Kota New York, Younghyun masih belum bisa tidur. Ia menunggu kepulangan seseorang dan tentu saja itu bukan Leeteuk, oppa Younghyun itu sudah pulang daritadi. Kyuhyun, Younghyun menunggu orang itu. Berkali-kali Younghyun membuka lalu menutup kembali flip ponselnya, ia dilanda kegelisahan, dilema antara ingin menelpon Kyuhyun atau tidak. Entah mengapa ia begitu khawatir, biasanya Kyuhyun selalu pulang tidak lebih dari jam 8 malam. Younghyun memutuskan untuk menonton TV saja untuk menutupi kegelisahannya.
"Oppa-ah, kenapa Kyuhyun belum pulang juga?" tanya Younghyun pada Leeteuk saat mereka sama-sama duduk menonton TV. Kentara sekali nada khawatir dari pertanyaan Younghyun.
"Ia tidak tidur di rumah malam ini. Tadi Eunsoo kemari menjemput barang-barang Kyu."
"Mwo? Dia tidur di rumah Eunsoo? Yaishh~ " spontan Younghyun menjadi kesal, Leeteuk menatapnya bingung.
"Waeyo?"
"Aniya~!" Younghyun segera meninggalkan ruang TV dengan perasaan kesal, tepatnya ia cemburu. Leeteuk tidak menggubris adiknya itu, ia melanjutkan menonton siaran pertandingan bola klub idolanya.

Di dalam kamarnya Younghyun tidak berhenti meremas-remas boneka kura-kuranya untuk melampiaskan kekesalan. Perasaannya benar-benar kacau tanpa alasan yang jelas sekarang ini. Mengetahui malam ini Kyuhyun akan tinggal bersama Eunsoo, ia benar-benar tidak bisa tenang. Entah disadarinya atau tidak, sebenarnya Younghyun sedang terbakar cemburu.
"Nappeun namja! Belum menikah sudah berani tinggal serumah. Gezz~ ternyata aku salah mengira kalau dia itu lelaki baik-baik." geram Younghyun. "Aku menyesal memberikan senyuman termanisku pagi tadi untukmu xP "
---------------------------------------
Hari ke-delapan Kyuhyun tidak pulang ke rumah. Dan harus diakui Younghyun kalau sekarang ia merindukan Kyuhyun. Terbersit niatnya untuk menelpon Kyuhyun, tapi Younghyun tidak punya alasan yang kuat untuk apa ia harus mengetahui keberadaan dan keadaan laki-laki itu.
"Ya~ kenapa aku harus ragu? bukankah hal yang biasa diantara teman saling menanyakan kabar? Hm, lebih baik mengiriminya pesan saja, aku pasti gugup kalau berbicara langsung dengannya."
Selesai mengetikkan pesan untuk Kyu, Younghyun pun iseng masuk ke kamar Kyuhyun. Sudah lama ia penasaran ingin masuk ke kamar itu. Perlahan Younghyun membuka daun pintu kamar yang terletak di sebelah kamarnya itu. Kakinya mulai menyusuri lantai kamar tamu yang sedang dirindukannya, ia masuk lebih ke dalam lagi. Kamar itu terlihat rapi dan bersih, tidak banyak barang Kyuhyun di dalamnya, hanya ada beberapa benda di atas meja tulis. Foto keluarga milik Kyuhyun dan magic box tertata berdampingan di atas meja. Younghyun menatap lekat-lekat foto keluarga itu. Tidak dipungkirinya kalau Kyuhyun nyaris sempurna menurutnya, memiliki wajah yang tampan, baik, tipe wajah pria idaman wanita sepertinya. Younghyun lalu membuka laci meja, ia mendapati kotak berwarna biru yang sudah diberi pita. Ia tak berani menyentuh benda itu, pasti dari Kyuhyun untuk Eunsoo, pikirnya. Ujung kertas nampak terselip dibawah kotak itu, sepertinya tertulis sesuatu. Karena penasaran Younghyun mengambil dan membacanya.
Nae gajil su eomneum saram [orang yang tidak bisa kumiliki]
Hari itu kau berdiri tepat dihadapanku
Aku diam, namun sebenarnya aku tengah mengagumimu
Itu lah waktu ketika aku merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama
Namun, betapapun aku mengungkapkan aku mencintaimu, tetap saja kita bukan orang yang akhirnya ditakdirkan untuk bersama
Engkau adalah orang yang tidak bisa aku miliki walau dari hati yang tulus aku mencintaimu
Gomawoyo, aku diperbolehkan mencintaimu
Dari tempat yang berbeda aku akan terus melihatmu
Airmataku akan mengalirkan kerinduan kepadamu
Saranghae

Younghyun menatap tulisan di kertas itu cukup lama, ia seperti mengerti pesan kesedihan yang disampaikan dari kata-kata surat itu. Setiap kalimat di surat itu seolah mengena pada dirinya.

'Ehm' suara dehaman terdengar dari arah pintu, Younghyun menoleh. Betapa terkejutnya Younghyun ketika tau yang datang adalah Kyuhyun. Wajah Kyu terlihat lebih pucat dari biasanya. Mereka berdua sama-sama tertegun di tempat masing-masing. Beberapa detik kemudian, diluar kendali otaknya, Younghyun langsung menghambur ke pelukan Kyuhyun. Younghyun mendekap badan Kyu yang masih mematung dengan sangat erat. Tanpa disadari Younghyun menangis.
"Bogoshippo. Cheongmal. huuhuuu T.T " ungkap Younghyun. "Kenapa kau tidak mengabariku? Apa kau begitu menikmati waktu bersama Eunsoo eonni, sampai-sampai melupakan temanmu ini?"
Tangan Kyu perlahan terangkat ingin membalas pelukan Younghyun.
"Aku benci kau, Kyuhyun-ssi." Younghyun pun melepas pelukannya. Seketika Kyuhyun langsung menarik tubuh Younghyun kembali ke pelukannya, sangat erat Kyuhyun merengkuh tubuh kecil Younghyun. Ini membuat Younghyun tidak bisa berpikir jernih mengartikan maksud sikap laki-laki ini. Sementara itu Kyuhyun masih menikmati pelukannya, matanya terpejam, dagunya tertumpu di puncak kepala Younghyun. Perlahan Kyuhyun menciumi helai dan wangi rambut Younghyun dengan lembut. Beberapa detik mereka bertahan dengan posisi seperti itu, sampai akhirnya Kyuhyun melepaskannya. Younghyun menatap mata Kyuhyun yang sayu, tersirat kebingungan dari tatapannya. Bibir Kyuhyun yang pucat membentuk senyuman.
"Bukankah tadi kau bilang ingin tau kabarku? Bilang kau merindukanku. Sekarang kenapa seperti orang bingung, chingu-ah?" tanya Kyu. Itu membuat lamunan Younghyun buyar.
"K-kau... sudah beberapa hari kau tidak pulang dan tidak mengabariku, tentu saja aku khawatir...c-chingu." Younghyun berusaha menutupi kegugupannya.
"Sudah lihatkan aku baik-baik saja? :D Ok, sekarang aku harus pergi, Eunsoo menungguku di depan."
Lagi-lagi Eunsoo, bisik hati Younghyun.
"Ada barangku yang tertinggal, rencananya aku mau mengambilnya besok. Tapi kebetulan pesan darimu sampai dan sepertinya kau benar-benar ingin melihat wajah tampanku ini. Jadi aku putuskan kesini malam ini." terang Kyuhyun tanpa diminta siapapun.
"Ne~ syukurlah kau baik-baik saja. Silahkan ambil barangmu, aku keluar." sebelum keluar Younghyun menyadari ia sedang memegang sesuatu, kertas tadi. "Mianhe~ tadi aku tidak sengaja menemukan ini." Younghyun menyerahkan kertas itu pada Kyu tanpa menoleh ke arah laki-laki itu. Younghyun berangsur keluar. Kyuhyun meremas kuat kertas itu seiring bunyi pintu ditutup oleh Younghyun.
"Nado bogosippo.Cheongmal!"
----------------------------------------
Younghyun's POV
Dan ini hari ketiga setelah kepulangannya malam itu, Kyuhyun kembali tidak tampak dirumah. Aku baru menyadari sesuatu, sejak awal aku sudah salah menempatkan hatiku. Kali ini aku akan benar-benar melupakan perasaanku pada laki-laki bernama Cho Kyuhyun, betapapun aku mencintainya, dia tetap milik Eunsoo eonni. Baiklah, mulai hari ini aku akan kembali lagi dari awal. Tinggalkan sosok Younghyun yang menyukai laki-laki yang beberapa hari yang lalu ditemuinya di depan pagar, lupakan perasaan pada laki-laki tampan dan baik hati bernama Cho Kyuhyun. Fighting, Younghyun-ah!

Ketika aku sedang melakukan aktivitas rutinku pagi ini, aku dikejutkan dengan kehadiran Eunsoo eonni dirumahku. Ada urusan apa dia datang sepagi ini? Bukankah Kyuhyun sedang bersamanya, lalu ia kerumahku untuk menemui siapa?
------------------------------------------
"Annyeong eonni." sapa Younghyun pada Eunsoo yang sedang berdiri di depan pagar rumahnya. Eunsoo tersenyum.
"Apa eonni mencari Kyuhyun? Tapi bukankah sejak seminggu yang lalu ia bersama eonni?"
"Ani~ aku bukan datang mencari Kyuhyun, tapi mencarimu. Bagaimana kalau kita keluar sebentar, aku ada sesuatu yang ingin dibicarakan." ujar Eunsoo.
"Denganku? Bicara sesuatu?!"
------------------------------------------
Younghyun dan Eunsoo tengah bersama-sama menikmati sarapan mereka di salah satu cafe dekat rumah Younghyun. Suasana cafe yang sepi, ditambah tidak ada pembicaraan di antara mereka sejak dari dalam mobil tadi membuat Younghyun canggung. Tapi akhirnya ia memberanikan diri membuka suara.
"Eonni-ah, sebenarnya ingin membicarakan masalah apa? Apa ini tentang Kyuhyun?" tanya Younghyun ragu-ragu. Eunsoo yang sedang makan meletakkan sendok dan garpunya.
"Ne~ aku ingin tanya, apa kau menyukai Kyuhyun?"
Younghyun tersedak ludahnya sendiri setelah mendengar pertanyaan Eunsoo, bagaimana Eunsoo bisa tau akan hal itu?
"Eonni-ah, kau bicara apa?" Younghyun merasa tidak enak.
"Jawab saja, apa kau menyukainya? Iya atau tidak?" Eunsoo tersenyum, itu memuat Younghyun bergidik ngeri. Gila kalau ia harus menjawab pertanyaan itu dengan jujur. Younghyun terdiam tak berani mengeluarkan sepatah katapun.
"Kyuhyun menyukaimu, apa kau juga?" lanjut Eunsoo setelah tak mendapat tanggapan dari Younghyun.
"Eonni-ah... bagaimana mungkin kau menanyakan hal ini kepadaku? Kau bukannya tau kalau Kyuhyun itu milik siapa, dia milikmu. Dia namja-mu. Bahkan kalian tinggal serumah." ungkap Younghyun lesu. Eunsoo pun mengamit tangan Younghyun, lalu meremasnya pelan.
"Younghyun-ssi, bagaimana kalau aku bilang dia bukan namja-ku? Saat ini hanya kau wanita yang disukai Kyuhyun." mata Eunsoo menatap Younghyun memberi keyakinan. "Selama beberapa hari ini ia tidak tinggal di rumahku. Kyunnie sedang menjalanii perawatan di rumah sakit, itulah alasan kenapa ia tidak pulang."
"Perawatan?"
------------------------------------
Flashback start
"Ya~! Kau kenapa? Aneh sekali. Senyummu seperti orang sedang jatuh cinta saja."
"Aniya~ Ayo kita mulai sekarang."
"Ne~ berbaringlah disini."
Kyuhyun pun berbaring ditempat khusus untuk pemeriksaan itu, ia bersiap untuk melakukan pemeriksaan X-Ray. Tubuh Kyu perlahan bergerak masuk ke dalam sebuah alat dengan lubang besar itu, sementara Eunsoo sibuk berkutat dengan monitor di hadapannya. Beberapa menit kemudian tubuh Kyu kembali bergerak keluar, Eunsoo menghampiri pasiennya itu.
"Nanti hasilnya akan diantar oleh asistenku. Sekarang kita siap-siap untuk therapy saja. Kkaja!"
Beberapa alat mirip kabel dengan sensor mikro diujungnya menempel di beberapa bagian tubuh Kyuhyun yang bertelanjang dada. Sekarang Kyu mulai dengan perlahan berjalan di treadmill dengan kecepatan rendah. Ini berguna untuk mendeteksi aktivitas jantungnya dan melatih jantungnya supaya beraktivitas normal.
"Kyuhyun-ah." panggil Eunsoo. Seperti biasanya Kyuhyun dengan wajah manis dan senyum tulusnya menoleh.
"Ne~ noona-ah." suara Kyu terdengar lirih.
"Aku sarankan kau rawat inap di rumah sakit saja. Kontrolnya bisa menjadi lebih mudah, ottoke?"
"Apa bisa sembuh?Berapa besar kemungkinanku untuk sembuh? Berapa lama aku bisa hidup tanpa operasi?" Eunsoo tertegun mendengar pertanyaan Kyuhyun itu.
"Kyunnie-ah, tidak ada yang bisa meramalkan lama hidup seseorang. Sekarang kita cukup berusaha saja."
"Ne~ arasoyo. Seberapa kuatpun aku berusaha, akhirnya aku juga akan mati. Ini sia-sia."
"Ajussi, ahjumma dan Ah Ra masih menunggu berita baik darimu Kyu-ah. Bagaimana mungkin kau menyerah sekarang? Tentu saja kau harus tetap hidup." tanpa sadar air mata Eunsoo menggenang penuh di pelupuk matanya. Ia tidak bisa membayangkan adik sahabatnya yang sangat baik ini pergi begitu saja. "Kau harus bertahan Kyunnie-ah. Bukankah masih banyak yang harus kau lakukan? Kau bilang ingin melanjutkan sekolah musikmu, ingin menjadi komposer terkenal, lalu masih ada wanita istimewa yang kau ceritakan kemarin. Bukankah kau harus bertahan hidup deminya?Ayo kita sama-sama berusaha." Eunsoo terdengar menahan tangis.
Kyuhyun hanya tertunduk.
"Gomawo noona-ah :D Ayo kita lanjutkan. Oh y, nanti aku akan minta Teukie hyung menyiapkan pakaian dan perlengkapanku. Aku tidak pulang, minta tolong noona untuk mengambilkan barang-barangku, otte?" ungkap Kyuhyun yang menyetujui usulan Eunsoo untuk menjalani rawat inap.
"Ne~ Arasoyo."
Flashback end
--------------------------------------------
Younghyun's POV
Aku bukan sedang bermimpi. Tapi aku masih sulit percaya dengan kata-kata Eunsoo eonni tadi. Kyuhyun menyukai ku, baiklah, ini bukan mimpi. Dan... dan sekarang Kyuhyun sekarat karena mengidap gagal jantung, bisakah aku memohon untuk hal yang satu ini? Aku harap ini mimpi, seseorang kumohon bangunkan aku. Aku harus bangun dan menemui Kyuhyun-ku yang dalam keadaan sehat total.

Aku menyusuri lorong rumah sakit umum Lancaster yang panjang. Itu dia, pintu kamar perawatan Kyuhyun, kenapa terlihat begitu menakutkan? Aku lemah sekarang, bahkan kaki-ku tidak punya kekuatan untuk melangkah ke tempat itu. Bolehkah aku berhenti disini?
---------------------------------------------
Pintu kamar terbuka dengan perlahan. Dua orang wanita masuk ke ruangan dengan bau obat yang menyengat di dalamnya itu. Salah satu dari mereka terlihat membekap mulut menahan tangis, wanita itu berjalan dengan langkah berat menghampiri laki-laki yang terbaring di tempat tidur di hadapannya.

"Kyuhyun-ssi..." panggil Younghyun sesegukan. Kyuhyun masih tertidur. Younghyun mengusap tubuh Kyuhyun yang terpasang alat medis.
"Ireona..." bisik Younghyun. Ia pun membenamkan kepalanya di dada Kyuhyun, mencoba merasakan detak jantung laki-laki itu.
"Aku merasakannya, Kyuhyun-ssi. Jantungmu berdetak kuat, sama sepertiku ketika melihatmu. Detaknya tidak karuan. Ini tidak akan berhenti kan? Jawab aku." ujar Younghyun. "Eunsoo eonni bilang kau menyukaiku, aku senang mengetahui ini. Tapi akan lebih senang lagi kalau kau yang mengucapkan ini langsung di hadapanku. Ireona... aku ingin mendengarnya." tangis Younghyun pun pecah. Eunsoo yang sedari tadi berdiri dibelakang Younghyun memilih keluar dari ruangan itu.
Tidak lama Kyuhyun yang tertidur karena pengaruh obat pun perlahan tersadar. Kyuhyun membuka mata yang masih terasa kantuk akibat bius yang ada didalam obatnya. Ia merasakan jari-jari yang hangat menyentuh dada kirinya, ia juga merasakan basah.
"Younghyun-ssi..." panggil Kyu. Younghyun mengangkat kepalanya, matanya terlihat memerah dan sembab.
"Kyuhyun-ssi... kau..." Younghyun tak sanggup melanjutkan kata-katanya lagi, ia kembali menangis.
"Apa aku terlihat begitu menyedihkan?hh~" dengus Kyu. "Padahal aku sudah memohon Eunsoo noona untuk menutup mulut."
"Kya~ kenapa sejak awal kau tidak memberitahu ku tentang semua ini? Bahkan kau tidak memberitahuku kalau kau menyukaiku."
"Hahaha~ ternyata kau sudah tau itu juga. Eunsoo noona memang tidak bisa menyimpan rahasia."
"Do nappeun namja! Membiarkan aku selama ini salah paham mengira eonni adalah pacarmu, sampai-sampai aku hampir gila terus merasa bersalah pada Eunsoo eonni karena menyukai laki-laki yang aku kira pacarnya?!"
"Aku sekarat Younghyun-ssi. Tidak lucu kalau aku tiba-tiba mati di saat kita akan memulai ini. Itu akan membuatmu lebih sedih lagi."
"Siapa yang peduli? Aku tidak. Justru aku lebih sedih kalau mengetahui ini setelah kau pergi. Kyuhyun-ssi... sarang han dago! Kyuhyun-ssi, sarang man haja. Sarangeun modeun geosul chiyuhanayo. Kau tidak akan mati."
-----------------------------------------
TBC...

Ctt:
Sarang han dago: [aku bilang] aku mencintaimu
Sarang man haja: ayo saling mencintai
Sarangeun modeun geosul chiyuhanayo: Mencintai akan menyembuhkan segalanya
Nappeun namja: laki-laki jahat


(lagi-lagi) ;) MOHON KRITIK DAN SARANNYA
GIMANA JALAN CERITANYA? BERBELIT-BELIT KAH? GIMANA BAHASA DESKRIPSINYA?
DIMANA BAGIAN YANG SEHARUSNYA G' USAH DITULIS?(bagian yg g' penting)
READERS KOMEN SEBANYAK-BANYAKNYA YOOO :D BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT N TERUS MELAKUKAN PERBAIKAN. KHAMSA...KHAMSA...KHAMSA ^^ makin bnyk saran n kritik mkn bagus :D
gumawo buat chingu ku yng ngijinin ini di publish...
*nunduk nunduk*
okehh
cekidot..


Genre: Sad Romance
Page: 3 shoots
Main Cast
Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun
Author as Park Younghyun
Park Jungsoo as Leeteuk
Kim Eunsoo

--------------------------
----------
Chapter 1 - Mulai atau Berakhir?
Kyuhyun's POV
Perjalanan 5 jam dari Korea ke Amerika cukup membuatku lelah. Semua tulangku terasa kaku setelah duduk berjam-jam di dalam burung besi itu. Hari ini aku memulai kehidupan baru di Amerika, atau mungkin aku akan berakhir disini? Lihat nanti saja. Di hari pertama aku akan melakukan apa y? hum~ bagaimana kalau jalan-jalan ke Hollywood saja? Aku ingin punya kenang-kenangan di sana, sama seperti Dara, aku juga akan mengambil foto di samping Angelina Jolie noona. Kalian pasti bingung siapa Dara? Dia itu teman kuliahku di Korea dan kami sama-sama mengagumi Angelina Jolie noona.

Ini memang bukan pertama kalinya aku datang ke Amerika, sebelumnya aku pernah kesini sekedar pergi berlibur. Cukup canggung saat pertama kali menginjakkan kaki di negara ini lagi, apalagi terakhir ke sini beberapa tahun yang lalu, saat masih SMA, sudah lama sekali. Negara ini benar-benar sangat berbeda dengan Korea, tentu saja. Susah mendapati wanita cantik berkulit putih bersih dan bermata sipit di sini. Chamkkaman~ aku menemukan pria cantik bermata sipit dan berkulit putih disana, dia seperti sedang menunggu kedatangan seseorang. Tidak ada wanita sipit, pria sipit pun tidak masalah, hmm~ bagaimana kalau kita menggoda pria itu saja? xD hahaha~ bercanda. Itu Teukie hyung, aku mengenalnya. Dia teman Ah Ra noona. Dulu aku pikir Teukie hyung itu perempuan karena wajahnya benar-benar cantik untuk ukuran seorang pria, ditambah lagi dimple-nya yang spontan terlihat saat ia menggerakkan bibirnya, benar-benar mirip perempuan. Ayo kita susul Teukie hyung, sepertinya dia sudah lama menungguku.
------------------------------------
Sambil mendorong trolly yang membawa perlengkapannya yang cukup banyak, Kyuhyun memanggil Leeteuk yang terlihat masih mencari-cari sosoknya di tengah orang-orang yang berlalu lalang di Newark Airport.
"Teukie hyung!" seru Kyu. Leeteuk menoleh dan tersenyum, kemudian menghampiri Kyuhyun.
"Ottoke? Melelahkan?" tanya Leeteuk seraya mengambil alih mendorong trolly Kyu. "Aku saja."
"Sangat melelahkan, hyung-ah."
"Kita ke mobil. Kkaja." ajak Leeteuk.
------------------------------------
Kyuhyun's POV
Dari Newark Airport, aku harus menempuh 3 jam perjalanan lagi dengan mobil menuju Manhattan. Kota ini semakin padat saja rasanya, bising, dan ramai. Lampu jalan disana-sini, gedung pencakar langit, ramai pejalan kaki, pemandangan umum Amerika. Aku rindu Korea-ku.

Sampai di daerah Greene 13th st., kami berhenti di depan sebuah rumah dengan arsitektur khas rumah-rumah Amerika di kota New Jersey. Teukie hyung mengajakku turun, sepertinya kami sudah sampai. Hyung mengeluarkan barang-barangku dari bagasi mobilnya, aku ingin membantunya membawa barang-barang itu tapi ia malah menolak dan menyuruhku masuk duluan. Hyung sepertinya mengerti kalau aku sudah benar-benar lelah menempuh perjalanan 8 jam hari ini. Aku membuka pintu pagar kayu rumah ini dengan perlahan dan beranjak memasuki halaman rumah yang tidak luas. Sejurus pintu rumah terbuka, seorang wanita muncul dari dalam. Aku melihatnya, wanita yang mengenakan t-shirt putih longgar dan short jeans yang ujungnya terjuntai benang-benang seperti bekas celana robek, rambutnya di gulung tinggi keatas, dan kacamata berbingkai besar juga menghiasi wajah Korea-nya. Wanita itu sekarang berdiri tepat didepan pintu dan tersenyum menyambutku. Aku balas tersenyum dan menyapanya seperti pada umumnya dua orang Korea yang baru saja berkenalan.
"Annyeong. Kyuhyun imneeda." kataku lalu sedikit membungkuk.
"Ne~ Younghyun imneeda." jawabnya kemudian mempersilahkanku masuk.
Dia adik perempuan Teukie hyung. Mahasiswi tingkat akhir di Universitas New York, jurusan arsitektur. Park Younghyun.
------------------------------------
Setelah menunjukkan dimana kamar Kyu, Younghyun pun kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Tidak lama Leeteuk datang ke dapur untuk membantu Younghyun menyiapkan makan malam yang sepertinya masih banyak yang belum selesai dimasak. Younghyun menyenggol lengan oppa-nya yang sedang mencuci sayur.
"Oppa-ah, dia tampan sekali."
"Ya-! Agasshi, kau jangan genit-genit dengan tamuku." omel Leeteuk. Younghyun mencibir.
"Wuuu~ oh ya, berapa lama dia tinggal disini? Ada urusan apa? Apa dia kuliah disini?"
"2 bulan. Kau ini ingin tau urusan orang saja." Leeteuk lalu kembali sibuk memotong sayur untuk salad. Younghyun masih mengikutinya dari belakang dan terus bertanya mengenai Kyuhyun.
"Ya-! Selesaikan memasaknya." Leeteuk yang merasa terganggupun memarahi Younghyun.
"Dasar kau Leeteuk cerewet. Ahjumma cerewet!" desis Younghyun lalu kembali dengan sup yang sedang ia masak.

Makan malam dikediaman Park malam ini lebih ramai dari biasanya, karena ada satu orang lagi anggota tambahan di meja makan. Kyuhyun. Mungkin akan terus seperti ini sampai dua bulan kedepan. Selama makan malam Kyuhyun hanya sekali-sekali berbicara, mungkin karena masih belum biasa. Berbeda dengan Younghyun yang dari awal terus saja berbicara dan bertanya, sampai-sampai Leeteuk menegurnya.
"Agasshi-a, kenapa kau tidak bisa berhenti berbicara sebentar saja? Kyuhyun itu sudah lelah menempuh perjalan dari Korea ke sini, dia butuh istirahat. Mendengarmu yang dari tadi tidak berhenti berbicara pasti dia menjadi semakin lelah."
"Gwaenchana hyung-a." ujar Kyu lalu tersenyum kalem kemudian menyuap nasi ke mulutnya.
"Kau jangan membelanya, Kyu. Bisa-bisa dia tidak berhenti bicara dan menanyakan pertanyaan2 aneh kepadamu."
"Kya~ oppa, Kyuhyun saja tidak keberatan, kenapa oppa yang repot?"
"Dia cuma tidak berani bilang kalau dia terganggu. Dasar anak ayam, makan saja, jangan cerewet lagi." Leeteuk mengambil makanan dengan sumpitnya lalu memasukkannya dengan paksa ke mulut Younghyun. Itu membuat Younghyun cemberut.
"Kalau aku anak ayam, berarti kau oppa ayam!" kata Younghyun dengan mulut berisi makanan dan wajah ditekuk. Kyuhyun tersenyum melihat perdebatan kakak-beradik itu.
------------------------------------
Setiap pagi seperti biasanya Younghyun menyiram tanaman di halaman rumahnya. Dengan kepribadiannya yang boleh dikatakan sangat ramah, Younghyun selalu menyapa orang-orang yang berpapasan dengannya, baik itu tetangganya, atau pun orang yang kebetulan lewat di depan rumahnya selama ia sedang menyirami tanaman.
"Hello~ Good morning, Mr. n Mrs. Peter." sapa Younghyun kepada keluarga Peter, tetangga sebelah rumahnya. Tetangganya itu tersenyum dan menyapa dengan sapaan Korea yang pernah diajari Younghyun. "Annyeong."
"Have a nice day, Shane." teriak Younghyun pada anak laki-laki keluarga Peter yang juga akrab dengannya.
"You too, yeppo noona." teriak si kecil Shane yang masih duduk di grade 3 sekolah dasar, seraya memasuki mobil untuk berangkat ke sekolah. Younghyun tersenyum. Tidak lama seorang kakek yang sedang berolahraga pagi lewat di depan rumah Younghyun.
"Have a nice day, grandpa." teriak Younghyun pada kakek yang tidak dikenalnya itu. Kakek itu tersenyum ke arahnya. Wanita ini benar-benar terlalu ramah.
Tanpa disadari Younghyun, sedari tadi Kyuhyun memperhatikan tingkahnya dari jendela kamar di lantai dua. Kyuhyun tidak berhenti tersenyum melihat tingkah aneh adik Leeteuk itu.
"Ya~ apa kau selalu seperti ini setiap pagi?" teriak Kyu dari atas. Younghyun mendongak mencari sosok Kyu.
"Omo~ kau sedang lihat apa?"
"Kau benar-benar lucu.hahaha~" kata Kyu sambil terkekeh. Lalu sosoknya hilang dari balik jendela. Tidak lama Kyu sudah berada di halaman rumah, ia sudah berpakaian olahraga lengkap dengan sepatunya.
"Eodi khayo?" tanya Younghyun.
"Lari pagi. Kau mau ikut?" tawar Kyu.
"Ne~ aku ikut. Chamkkamanyo." jawab Younghyun cepat sambil melemparkan selang air yang ia pegang. Kyu kembali tersenyum, matanya mengikuti sosok Younghyun yang terburu-buru memasuki rumah.
--------------------------------------------
Kyuhyun dan Younghyun sampai di Soho Park, taman dimana orang-orang biasa melakukan olahraga pagi. Taman kota yang luas untuk dijadikan jogging track, arena bersepeda ataupun sekedar tempat duduk-duduk untuk menikmati udara pagi yang segar. Karena sudah cukup kelelahan keduanya pun duduk di salah satu kursi taman. Younghyun membuka pembicaraan.
"Ehm, Kyuhyun-ssi, apa kau berencana akan melanjutkan kuliah di Amerika?"
"Ah? Oo~ aniyo, aku hanya sedang liburan ke sini."
"Tapi oppa bilang kau ada urusan penting yang harus diselesaikan disini. Apa aku boleh tau? Sebelumnya mianhe kalau kau merasa terganggu, aku sudah berusaha menghilangkan rasa penasaranku ini, tapi bakat dari lahirku ini memang sulit untuk diatasi." kata Younghyun polos. Kyu tersenyum hangat dan petaka bagi Younghyun, ia terhipnotis oleh senyuman itu.
"Aku suka orang jujur sepertimu. Hum~ apa ada pengaruh buruknya kalau aku keberatan memberi taumu?"
"Ah~ sebenarnya tidak ada. Tapi kemungkinan rasa penasaranku ini akan semakin besar." Younghyun memelas.
"Sepertinya itu buruk untuk kesehatanmu.hahaha~" canda Kyu. "Baiklah kalau begitu. Chamkkaman." Kyu merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphonenya. "Younghyun-ssi, apa kau tau dimana daerah ini?" Kyu menunjukkan layar ponsel-nya, ada sebuah pesan dari seseorang bernama Kim Eunsoo, Younghyun membaca isi pesan itu.
'Chelsea 17th st. 8 ave. Manhattan.'
"Itu alamat siapa?" tanya Younghyun.
"Ini alasan kenapa aku kesini." jawab Kyu lalu kembali menyimpan ponsel-nya.
"Sepertinya karena ada masalah dengan wanita yang mengirim pesan tadi. Nuguya? Pacarmu?" Younghyun ingin tau lebih banyak lagi. Kyuhyun memutar bola matanya kemudian melirik Younghyun diikuti senyuman misterius yang membuat Younghyun semakin penasaran.
"Haaa~ kau menyebalkan. Baiklah, aku tau kau tidak mau memberitahuku lebih banyak lagi. Jadi lebih baik sekarang kita pulang saja. Kkaja!" ajak Younghyun menarik lengan Kyu. Untuk beberapa detik Kyu tertegun memandangi Younghyun yang sekarang berjalan didepannya sambil menarik pergelangan tangannya. Sesaat kemudian bibir Kyu tertarik lagi membentuk senyuman. 'Bokjanumeun yeoja...'
--------------------------------------------
Memasuki hari ke-lima tinggal bersama Leeteuk dan Younghyun, Kyuhyun sudah mulai terbiasa dan tidak canggung lagi. Bahkan ia sangat akrab dengan Younghyun. Kepribadian Younghyun yang terbuka dan ramah, tidak sulit bagi Kyu untuk bisa dekat dengannya. Selama tiga hari Younghyun rutin mengajak Kyu berkeliling kota Manhattan. Jadwal kuliah Younghyun yang hanya 2 kali dalam seminggu membuatnya memiliki banyak waktu luang untuk menemani Kyu berjalan-jalan. Minggu depan Younghyun berencana mengajak Kyu ke perpustakaan komik dan seni kartun yang ada di New York.

Hari ke-enam...
"Kyu-ah, bagaimana Eunsoo? Apa kau sudah menemuinya?" tanya Leeteuk di sela-sela menikmati sarapannya.
"Aku menunggu ia menghubungiku, hyung. Belakangan dia sangat sibuk."
Younghyun yang datang dari arah pantry mendengar sekilas percakapan oppa dan tamu-nya itu.
"Oppa juga mengenal gadis itu? Maksudku Eunsoo." Younghyun sambil menaruh coklat panas yang baru saja diseduhnya.
"Lebih baik jangan dengarkan dia. Lanjutkan makan." saran Leeteuk pada Kyu. Younghyun menatap kesal pada Leeteuk.
"Tidak ada coklat hangat untukmu, oppa ayam!" geram Younghyun sambil langsung meminum coklat yang sebelumnya ingin ia berikan untuk Leeteuk. "Hwaaa~ Panas!" pekik Younghyun saat cairan yang masih panas itu menyentuh bibirnya. Leeteuk terkekeh melihat Younghyun.
"Kau dapat balasannya karena durhaka pada oppa-mu yang tampan ini.hahaha~ Sudah aku berangkat duluan, nanti kalau ada apa-apa beritahu aku, Kyu." pesan Leeteuk sebelum meninggalkan rumah.
"Ne~" jawab Kyu. "Younghyun-ssi, gwaenchanayo?" Kyuhyun mengambil saputangan lalu menyeka bibir dan pipi Younghyun yang terkena percikan coklat.
"Huuu~ bibirku perih." rengek Younghyun. "Dasar kau Leeteuk ayam!huuu~" Younghyun masih sempat meneriaki Leeteuk.
"Ya~ sudahlah, ini minum air putih."

Saat keduanya asyik menonton TV, ponsel Kyuhyun berdering.
"Yeoboseyo Eunsoo noona." sapa Kyu.
'Noona'? Ternyata Kyuhyun menyukai wanita yang lebih tua, batin Younghyun.
Hanya sebentar saja, Kyu pun menutup pembicaraan di telpon lalu beralih ke Younghyun.
"Younghyun-ssi, apa kau ada kuliah hari ini?" tanya Kyu.
"Eobso. Wae?"
"Aku ingin minta bantuanmu, tolong antarkan aku ke suatu tempat."
"Ke tempat noona tadi?"
Kyu terdiam sesaat.
"ngg... ne~ sekarang."
"Baiklah. Siap-siap saja."

Di ujung persimpangan Chelsea 17th st. Younghyun menghentikan mobilnya atas permintaan Kyuhyun.
"Disini saja." pinta Kyu kemudian bergegas turun ke mobil. "Gomawo Younghyun-ssi."
"Chamkkaman, Kyuhyun-ssi. Dimana aku menjemputmu?"
"Ah~ sepertinya tidak perlu. Mungkin Eunsoo akan mengantarku." ujar Kyu kemudian beranjak semakin menjauh dari mobil Younghyun.
"Ah~ arasoyo." Younghyun pun memutar arah mobilnya, kemudian berhenti sesaat. Melalui kaca spion ia melihat sosok Kyuhyun yang sedang menghampiri wanita bernama Eunsoo yang sudah berdiri di depan mobil Ford silvernya. Kyuhyun memeluk Eunsoo, mereka saling menempelkan pipi kanan-kiri, kemudian keduanya masuk ke dalam mobil. Mobil itu bergerak menjauh berlawanan arah dengan Younghyun sampai akhirnya bayangannya tidak tampak lagi. Tanpa sadar raut muka Younghyun berubah dan ia tertunduk. "sshh~ Noona itu pacarnya." dengus Younghyun.

Jam menunjukkan pukul 7.10 p.m waktu New York, Younghyun masih duduk di meja makan menatap makan malam yang ia masak. Leeteuk, kakaknya pasti tidak makan malam di rumah seperti biasanya kecuali hari libur. Sementara Kyuhyun juga belum pulang sejak pergi dari tadi siang. Sepertinya ia harus makan malam sendirian. Tapi sebenarnya ia sudah menyiapkan makan malam untuk dua orang, untuk ia dan Kyuhyun. Entah mengapa Younghyun sangat bersemangat untuk menunjuk bakat memasaknya kepada Kyuhyun. Setiap kali teringat kalau makanan yang ia masak itu juga untuk Kyuhyun, Younghyun pasti akan dengan sangat bersungguh-sungguh menyiapkannya. Perasaan yang aneh.
"Apa sebaiknya aku telpon saja y? Geundae, apa aku tidak mengganggu acaranya dengan kekasihnya itu? Ah~ Younghyun pabo, lagipula kau tidak tau no telponnya. Sudahlah makan sendiri saja." saat Younghyun sedang sibuk berdialog dengan hatinya sendiri, pintu rumah terdengar ada yang membuka.
"Eo~?! Sepertinya Kyuhyun sudah pulang." Younghyun segera berlari menuju pintu masuk. Terlihat siluet tubuh Kyu dibawah cahaya lampu meja ruangan depan yang agak redup. Tangan Kyu menggenggam sesuatu, sebuah kantong dan kertas yang terlipat rapi terselip antara ibu jari dan telunjuknya.
"Ternyata kau sudah pulang." sambut Younghyun. Kyu berbalik setelah mengunci pintu, melemparkan senyumannya yang khas pada Younghyun.
"Ne~ sepertinya aku terlambat untuk makan malam." Kyu berjalan ke arah Younghyun.
"Ah aniya~ aku juga belum makan malam."
"Kau menungguku?" tanya Kyu saat mereka bersamaan berjalan menuju meja makan. Younghyun berubah menjadi salah tingkah.
"A~ Ani~ aku juga terlambat pulang dan baru saja selesai memasak. Kita makan malam saja, kkaja!"
"Hwa~ makanmu banyak juga y. Apa porsi makanmu sebanyak ini?" komentar Kyu saat melihat mangkuk-mangkuk yang terisi banyak makanan, terlalu banyak untuk satu orang menurutnya.
"Oh~ itu... aku sengaja masak banyak. Siapa tau kau atau hyung belum makan diluar, jadi aku siap-siap."
"Kkaja. Aku memang belum makan, berikan aku makanan Younghyun-ssi."
"Apa dengan Eunsoo..." Younghyun tidak melanjutkan kata-katanya lagi, ia segera mengambil mangkuk dan menyendokkan makanan untuk Kyu. "Ini, makanlah. Mani mogo!" ^^
Tanpa sadar Younghyun memperhatikan Kyu yang sedang melahap makanannya, tapi tak lama Kyu menyadarkan lamunan Younghyun.
"Younghyun-ssi, wae? kau tidak makan? kenapa melamun? apa aku membuatmu hilang selera? aku benar-benar lapar, jadi maaf kalau aku makannya seperti orang rakus beginii." kata Kyu bertubi-tubi.
"Aniya~ Aniya~ aku cuma senang melihatmu makan masakanku dengan lahap." Younghyun tersenyum. "Apa sangat enak?"
"Uhm~ mungkin karena aku kelaparan, jadi semuanya terasa enak." ujar Kyu. Spontan Younghyun cemberut.
"Bercanda :D Mashita!!! Masakan Younghyun-ssi benar-benar enak, bahkan saat pertama kali makan aku sudah menyukainya." ungkap Kyu. Diam-diam Younghyun merasa tersanjung, ia senang mendengar pujian dari Kyu. Jungsoo juga sering memuji masakannya, tapi ia tidak sesenang ini.
"Namja-mu pasti senang sekali setiap hari dibuatkan bekal olehmu." sambung Kyu.
"Namja-ku? Ya-! Kau meledekku, aku bahkan belum pernah berpacaran. Sejak SMP aku pindah kesini dan aku belum pernah pacaran dengan siapapun."
"Jhinjharo? Cheongmal?" Kyu tidak dapat percaya.
"Kau sedang tidak percaya apa? Ini kenyataannya, Leeteuk oppa melarangku berpacaran dengan orang-orang Amerika. Katanya ia khawatir aku akan terpengaruh gaya pacaran Amerika yang umumnya mengarah pada sex bebas. Aish~ padahalkan aku bisa menahan diri."
"Hahaha~ kau orangnya benaran sangat jujur. Sebagai seorang wanita yang sudah berusia sepertimu, kau seharusnya malu dengan statusmu yang masih belum pernah berpacaran. Ini kau malah membeberkan semuanya padaku."
"Aku harus malu kenapa? Memang itu kenyataannya. Sudahlah, ini bukan hal yang memalukan bagiku. Aku percaya pada jodoh yang diberikan Tuhan, mungkin melalui Jungsoo oppa yang melarangku itu, Tuhan sedang menyiapkan jodoh yang lebih baik dan benar-benar baik untukku."
'plok!plok!plok!' Kyuhyun bertepuk tangan mendengar pernyataan diplomatis Younghyun barusan.
"Kau sedang mengejekku lagi y?" tanya Younghyun.
"Aniya~ aku salut padamu. Ayo kita makan lagi.
----------------------------------------------------
Pagi-pagi sekali Younghyun sudah bersiap dengan pakaian olahraga dan sepatunya. Sebenarnya ia sedang menunggu Kyuhyun, mencari kesempatan supaya bisa lari pagi berdua. Sembari menunggu Younghyun melakukan kegiatan wajibnya, menyiram tanaman sambil menyapa para tetangga. Tidak lama suara mesin mobil terdengar berhenti tepat di depan rumahnya. Younghyun menoleh mencari tahu. Ia menatap mobil itu lekat-lekat, sepertinya familiar baginya, sejurus pengemudi mobil itu turun.
"Noona itu..." gumam Younghyun.
Wanita bernama Eunsoo itu pun menyapa Younghyun, "Annyeong agasshi." diikuti senyumannya yang khas membentuk pipi chubby-nya.
"Annyeong."balas Younghyun. "Eum~ apa mencari Kyuhyun? Chamkkaman aku panggilkan dia sebentar."
Saat Younghyun akan masuk memanggil Kyu, pintu terbuka dan yang keluar itu Kyu yang sudah berpakaian rapi. Mengenakan t-shirt coklat dan blazer hitam yang padan dengan kulit putihnya yang pucat, Kyu terlihat sangat tampan. Younghyun tertegun untuk beberapa saat mengagumi ketampanan Kyu pagi itu. Sampai akhirnya suara Leeteuk yang memanggilnya menyadarkan lamunannya.
"Agasshi~" panggil Leeteuk dari dalam rumah.
"Ye~ ye~ oppa. Wae?" Younghyun kembali beralih ke Kyu. "Kyuhyun-ssi eodi khayo? Pagi-pagi sekali."
"Aku ada urusan sebentar :) " lagi-lagi senyuman itu. Senyuman yang membuat hati Younghyun seperti ingin meloncat keluar karenanya. "Khalkhe." pamit Kyu seraya berjalan menemui Eunsoo.
"Jhalga."
"Khalkhe agasshi." pamit Eunsoo.
"Ne~" ^^
"Park Younghyun-aaaaa..." kembali terdengar suara Leeteuk,
"Ye~ Park Jungsoo-aaaaa...Sabar sedikit!" balas Younghyun tak kalah keras dari suara Leeteuk.
-------------------------------------------------
Sejak mulai bertemu Eunsoo, Kyuhyun lebih banyak menghabiskan waktu di luar bersama Eunsoo. Younghyun merasa Kyuhyun enam hari petama yang lalu dirumahnya seperti menghilang. Enam hari pertama itu mereka seperti teman baru yang sangat dekat, setiap hari menghabiskan waktu berdua di rumah atau berjalan-jalan. Tapi sekarang Younghyun merasa Eunsoo merebut teman barunya.
"Aku kenapa?" tanya Younghyun pada dirinya sendiri. "Aku sedang cemburu? Ya, aku cemburu temanku direbut. Tapi kenapa aku harus marah pada Eunsoo? Bukankah di lebih berhak atas waktu bersama Kyuhyun. Apa hakku? Mengenal Kyuhyun saja belum penuh satu bulan. Huhh~ buang jauh-jauh pikiran itu Younghyun-ssi."
--------------------------------------------------
Younghyun's POV
'tok! tok! tok!'
Seseorang mengetuk pintu kamarku, pasti Leeteuk oppa. Siapa lagi? Tidak mungkin Kyuhyun.
"Masuklah oppa-a, tidak dikunci." kataku. Aku mendapati sosok orang lain memasuki kamarku, itu bukan Leeteuk oppa. Cho Kyuhyun, itu dia.
"Eung~ Kyuhyun-ssi, ternyata kau. Wae?" kulihat Kyuhyun tersenyum sumringah ketika memasuki kamarku sampai akhirnya ia menjawab pertanyaanku.
"Younghyun-ssi, boleh aku minta tolong sesuatu kepadamu?" tanyanya sambil tersenyum. Sial. Kenapa dia selalu tersenyum seperti itu dihadapanku? Apa dia tidak tau setiap kali melihat senyumannya itu aku terus merasa bersalah pada Eunsoo eonni?
"Ne~ Tentu saja. Museun iri?" jawabku, kapan bisa aku menolaknya?
"Humm~ :) aku lapar, aku ingin makan masakanmu." aku terdiam.
"Aku belum makan malam, tadi kupikir kau membuatkanku makan malam, jadi aku sengaja tidak makan di luar." sambungnya.
'Mwo? Laki-laki ini, apa dia benar-benar ingin membuatku menyukainya? aighoo~ andwae! Ya-! Younghyun-a, apa yang perlu kau banggakan dari hal sepele ini? Seorang pria yang rela tidak makan hanya demi ingin memakan masakanmu, apa ini membuatmu besar kepala? Hanya karena hal kecil itu saja kau sampai bertekuk lutut padanya? Tidak boleh begitu, Younghyun-a. Ingat dia itu milik Eunsoo.' satu sisi batinku berbicara. Arhh~ membingungkan.
"Ottoke Younghyun-ssi? Apa kau sibuk?" kembali Kyu menuntut jawaban.
"Ne~ tidak masalah. Ayo kita ke dapur ;) "

Selesai memasak nasi goreng jamur, Younghyun dan Kyu pun duduk bersama dimeja makan untuk menikmati masakan Younghyun.
"Younghyun-ssi, kau masih ingat janjimu kan?"
"Janji? Yang mana?"
"Mengajakku ke museum komik."
"Ah~ itu... besok hari minggu? Bagaimana kalau kita pergi besok? Tapi..." Younghyun diam sejenak.
"Tapi apa?" tanya Kyu.
"Apa tidak apa-apa? Maksudku, apa Eunsoo tidak akan marah? Besok kau tidak pergi dengannya?"
"Huhh~ kenapa dia harus marah?"
"Dia pacarmu, kalau aku sih tidak akan rela kalau di akhir pekan pacarku malah menghabiskan waktu berjalan-jalan dengan orang lain." kata Younghyun sambil memakan makanannya. Kyuhyun tertegun melihat Younghyun yang masih sibuk menyuap makanan ke mulutnya.
"Pacar..." gumamku Kyu nyaris tidak terdengar. "Tidak akan. Aku akan pamit padanya." lanjut Kyu.
"Oh ya, Eunsoo eonni kuliah dimana?"
"Dia sudah bekerja."
"Wah~ pasti sulit bagi kalian menjalani hubungan jarak jauh ini." ungkap Younghyun sok tau. Kyu tersenyum tipis.
"Mungkin." jawab Kyu ringan. "Tapi kalau Eunsoo noona tidak bekerja disini, mungkin aku tidak bertemu denganmu." kata Kyu, tepatnya ia bergumam.
"Hah? Apa? Kau bicara tidak jelas."
"Ani~ aku tidak bilang apa-apa."
"Hum~ sepertinya aku tau. Pasti kau kesini ingin menjemput Eunsoo eonni pulang kembali ke Korea kan? Seharusnya kau mengajaknya menikah saja, Kyuhyun-ssi."
"Menikah, aku tidak yakin aku bisa."
"Wae? Apa orangtua mu tidak setuju karena Eunsoo eonni lebh tua darimu?"
"Gezz~ ternyata benar kata Teukie hyung, kau ini kalau tidak disuruh berhenti pasti tidak akan berhenti bicara. Sudah makan saja. Buka mulutmu, aaaa..." Kyu mengambil makanan dimangkuknya lalu menyuapkannya ke mulut Younghyun. Younghyun terdiam beberapa detik sampai akhinya ia membuka mulutnya.
"Terima kasih untuk makanannya malam ini, Younghyun-ssi." ungkap Kyu sambil tersenyum.
------------------------------------------------
Younghyun's POV
Omo~ ada yang salah dengan jantungku, detaknya tidak normal lagi. Gila, pria ini kenapa selalu membuatku seperti ini? Barusan apa? Dia menyuapiku? Kya~ kalau dia selalu bersikap manis dan tersenyum seperti ini, bisa-bisa pertahananku runtuh. Kyuhyun-ssi, seandainya Eunsoo eonni tidak disisimu, mungkin semua ini tidak masalah. Tapi kau itu milik orang lain, jangan terlalu baik terhadapku, aku tidak mau bertepuk sebelah tangan.
-------------------------------------------------
Setelah sejak pagi menghabiskan waktu di museum komik, lalu dilanjutkan berkeliling New York sebentar dan terakhir melihat-lihat China Town di salah satu sudut kota New York. Akhirnya Kyu-Young berhenti disalah satu tempat makan terkenal milik Amerika, Mc'D.
"Aku lebih suka makanan Korea. Bagaimana kalau kita ke restoran Korea saja?" usul Kyu saat mereka masih duduk di dalam mobil.
"Ide bagus. Kalau begitu kita ke restoran Korea." Younghyun menyalakan kembali mesin mobilnya.
"Mianhe~ aku selalu merepotkanmu." kata Kyu melihat ke arah Younghyun.
"Gwaenchana, ini tanggung jawabku sebagai tuan rumah. Memberikan pelayanan terbaik kepada tamuku yang paling baik :D "
Tawa Kyu yang khas terdengar setelah Younghyun mengakhiri kata-katanya.

Malam harinya...
Kyu-Young tengah menikmati suasana kota New York di malam hari. Mereka duduk disalah satu bangku yang ada di Battery Park, dihadapan mereka berdiri dengan kokoh patung Liberty kebanggaan Amerika.
"Younghyun-ssi, apa kau dan Teukie hyung tidak ada rencana kembali ke Korea?"
"Tentu saja ada. Saudaraku semuanya berada di Korea, mungkin kami akan kembali setelah kontrak kerja oppa berakhir dan kuliahku selesai."
"Lalu rencana selanjutnya?"
"Lalu selanjutnya aku akan pacaran sepuas-puasnya selama di Korea dan kemudian menikah."ungkap Younghyun bersemangat diikuti gelak Kyu. "Hidup bahagia dengan keluargaku, tinggal bersama suami dan anak-anakku di rumah impian yang aku rancang sendiri dan hidup saling mengasihi sampai tua, sampai akhirnya maut memisahkan kami."
"Rencana masa depan yang mengagumkan."
"Oh ya, aku beritahu kau satu rahasia."
"Apa?"
"Selama di Amerika ini pertama kalinya aku keluar bersama pria di malam hari."
"Tragis sekali." decak Kyu. Younghyun langsung mengangguk.
"Teukie oppa bertanggung jawab penuh atas kisah hidupku yang tragis ini." kata Younghyun mendramatisir.
"Younghyun-ssi, aku punya satu ide lagi untuk rencana masa depanmu."
"Mworago?"
"Bagaimana kalau disamping menjadi arsitek, kau jadi pelawak saja. Kau selalu berhasil membuat orang lain tertawa. hahaha..," tawa khas itu lagi. Younghyun terdiam.
"Kkaja Kyuhyun-ssi, kita pulang." Younghyun dengan air muka datar langsung berdiri kemudian berjalan menuju parkiran mobilnya.
"Younghyun-ssi, Younghyun-ssi, chamkkaman. Apa kau marah? Aku hanya bercanda." ujar Kyu sambil menyusul Younghyun.
-------------------------------------------
Younghyun's POV
Mianhe Kyuhyun-ssi, aku membuatmu merasa bersalah. Aku tidak marah, bagaimana bisa aku marah kepadamu hanya karena itu? Aku cuma tidak ingin terbawa perasaan lebih jauh lagi, aku harus bisa membatasi diri dan perasaanku. Kalau kau tidak bisa berhenti bersikap manis terhadapku, maka aku yang harus bisa membatasi diri. Mianhe~ jantungku berdebar-debar pada tempat yang salah.
-------------------------------------------
Kyuhyun's POV
Younghyun-ssi, aku tidak suka melihat kau yang seperti ini, diam dengan ekspresi datar. Itu bukan Younghyun-ku. Sebenarnya apa yang salah? Aku hanya bilang kau lucu dan kau langsung berubah. Sudahlah, mungkin mood-mu sedang tidak baik. Aku harap setelah tidur dan bangun besok pagi, aku bisa melihat Younghyun-ku kembali. Younghyun-ku...Younghyun-ku...
--------------------------------------------
Hari ini seperti biasa Kyu bangun pagi-pagi sekali, rencana pertamanya pagi ini adalah pergi ke halaman depan melihat Younghyun dengan wajah ceria menyapa tetangganya sambil menyiram tanaman. Lalu kalau sempat, sebelum pergi bersama Eunsoo dia akan mengajak Younghyun lari pagi. Kyu pun segera memulai rencananya, ia melangkahkan kaki dengan mantap menuju pintu. Sebelumnya ia berpapasan dengan Leeteuk yang sedang menikmati sarapan sambil membaca koran.
"Ayo kita sarapan dulu, Kyu." ajak Leeteuk.
"Ne~ hyung, aku nanti saja."
Di halaman depan Kyu bersiap-siap memberikan sapaan dengan senyuman termanisnya untuk Younghyun, tapi masalahnya sosok Younghyun yang ia cari tidak ada disini. Kyu mencari-cari disetiap sudut halaman yang tidak luas itu, tidak ada. Diliriknya pot-pot tanaman yang berjejer rapi, tanahnya basah. Sepertinya Younghyun sudah menyelesaikan tugasnya. Kyu pun kembali masuk ke dalam rumah menemui Leeteuk yang masih duduk di meja makan.
"Hyung, Younghyun-i eodiesso?"
"Di kamarnya, katanya mau melanjutkan tidur."
"Dia sudah selesai menyiram tanamannya?"
"Ne~ wae?"
"Aniyo~ Aku ke atas dulu, hyung."

'tok tok tok' Berkali-kali Kyu mengetuk pintu kamar Younghyun, tapi sama sekali tidak ada jawaban.
"Younghyun-ssi..." panggil Kyu sambil kembali mengetuk pintu. Masih tidak ada jawaban.
"Apa dia kelelahan karena kemaren seharian menemaniku? Atau dia masih marah?" gumam Kyu. Kyu pun menyudahi usahanya membangunkan Younghyun. Ia beranjak menuju meja makan kembali, ia lapar. Kyu menarik salah satu kursi di depan Leeteuk, kemudian duduk dan mengambil roti untuk sarapannya.
"Hyung, apa Younghyun sudah sarapan?" tanya Kyu.
"Sepertinya belum. Tadi waktu baru bangun ia langsung kedepan, kemudian tidur lagi. Wae? Sepertinya kau perhatian sekali padanya pagi ini." selidik Leeteuk.
"Aniyo~ aku khawatir dia masih marah padaku."
"Ada masalah apa?"
"Tadi malam aku bilang kalau dia cocok jadi pelawak, mimik muka Younghyun langsung berubah. Dan dia tidak bicara denganku."
"Hahaha... kau tidak usah khawatir, mungkin perasaannya sedang tidak baik. Nanti juga dia baikan lagi denganmu. Biarkan saja. Oh ya, bagaimana sejauh ini?"
"Begitulah, hyung."
"Eunsoo bilang apa?"
"Masih ada harapan."
"Kau harus berjuang, arachi?"
"Ne~ " senyum Kyu yang tulus itu terlihat lagi. Leeteuk menatapnya miris.
"Hyung berangkat dulu y? Khalkhe."
"Ne~ Jhalga."
-------------------------------------------
Younghyun's POV
Diam-diam aku mengintip dari jendela kamarku, kulihat Eunsoo eonni sudah ada di depan rumahku, tidak lama sosok Kyu datang menghampirinya. Mereka saling menyapa dengan mesra seperti biasanya, mereka mengobrol, tertawa, sepertinya menarik sekali pembicaraan mereka itu. Kyu membukakan pintu mobil untuk Eunsoo eonni dan Eunsoo eonni tampak tertawa senang. Mereka benar-benar pasangan yang serasi. Sementara aku disini cuma bisa melihat orang yang aku sukai bahagia bersama orang lain, pabokhajhi! Mianhe Kyuhyun-ssi, aku sengaja menghindarimu hari ini. Mungkin akan terus seperti ini sampai waktu kau kembali ke Korea.
Hari ini apa rencanaku? Lebih baik ke kampus saja, konsultasi untuk meyelesaikan tugas akhirku. Sebelum mandi aku mau sarapan dulu. Sepertinya ada sesuatu di meja makan, aku pun mendekat mencari tau. Segelas jus dengan note tertempel dibibir gelasnya dan sesuatu tertutup serbet tepat di samping gelas jus itu. Aku membuka serbet itu dan mendapati 2 porsi sandwich. Kutarik note yang ada dibibir gelas tadi.

--Annyeong nae Younghyun-ssi... Sepertinya menjadi pelawak bukan ide yang bagus. Mianhe~ Semoga ramuan khusus di dalam sandwich dan jus buatanku ini bisa membuatmu tersenyum lagi :)
p.s maaf kalau tidak sebanding dengan makanan yang pernah kau buatkan untukku, tapi aku bekerja keras menyiapkan ini. Lihatlah aku sampai berkeringat -__-" --


Gezz~ 'nae Younghyun-ssi' ? namja ini selalu bisa membuatku tersenyum sumringah seperti orang gila.
'Younghyun-aaaaaaaaa, 1 pesan untukmu! Cepat dibaca!'
Hmm~ ada sms. Chamkkaman...
From: unknown
+57131516
--Bagaimana sandwich buatanku?--


Huh~ sejak kapan dia tau no ponselku? Bahkan kami belum saling bertukaran no ponsel.
--------------------------------------
TBC...
MAAP KALO KEPANJANGAN (banget!) INI AUTHOR LAGI SEMANGAT NULISNYA xD
MOHON KRITIK DAN SARANNYA
GIMANA JALAN CERITANYA? BERBELIT-BELIT KAH? GIMANA BAHASA DESKRIPSINYA?
DIMANA BAGIAN YANG SEHARUSNYA G' USAH DITULIS?(bagian yg g' penting)
READERS KOMEN SEBANYAK-BANYAKNYA YOOO :D BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT N TERUS MELAKUKAN PERBAIKAN. KHAMSA...KHAMSA...KHAMSA ^^
wew...
weewww...
sebelumnya  gumawo buat dongsaengku yang ngijinin ngepost ff ini,, mian kalo foto SHINee nya yang lama. kagak punya foto SHINee yang baru...*ketauan*
gumawo gumawo *sambil nunduk-nunduk*
okeh lanjooootttttt!!!!


Sore itu, di asrama SHINee. semua member udah kumpul pake piyama, kecuali umma 'almighty' key dan si ngeksis 'bling-bling' jonghyun. tiba-tiba tu bocah dua, masuk dari luar ama nafas yang ngepul dari mulut ama hidung -,-

"darimana kalian?",minho lempar guling ke key.
"kita? dari salon",key naro tas, nyomot perkedel ditangan taemin.
"ngapain?",onew duduk, tadinya tengkurep.
"nyapu-nyapu. ya nyalon lah, masa nyapu",key melet.
"rambutku sekarang jambulnya ijo doong",jonghyun unjuk ijo-nya.
"ha,kaya kakak tua di ragunan", onew nyelaa mulu. (di SJ, dufan yang hijrah ke Seoul, di cerita ini ragunan ye, sodare-sodare -,,-).
"aku kuning doong",key jelimetan gak jelas.
"lebih parah",onew koar lagi.
"kaya kurang giji",(gizi kali bang xD)
"syirik, syirik, yang syirik duitnya ilang, syirik, syirik",key ama jonghyun melet-melet berdua.
"kok ga ngajak aku sih?",taemin manyun.
"oh, sampeyan mau ikut ta?",key bengong.
"iya, mau merahin rambut",taemin liat tv lagi.
"merah? niru key kemaren?",minho nyengir liat taemin angguk-angguk.
"omomo~ niru aku? iyy,pinternyaa",mata key berkaca-kaca.
"cih~",onew ganti channel tv.
"kenapa,hyung?",jonghyun heran.
"emak-emak pasar kok ditiru, ga pantes tau tae",onew meletin key.
key lipet tangan ke dada,"biarin emak-emak. yang penting sipit gw keren dari pada mata hyung tuh".
"mataku kenapa?",onew gedein matanya.
"gak ada nilai seninya",key buka jaket.
"udah, jangan berantem. kaya anak kucing aja",taemin sewot.

key bongkar tas ransel, keluarin coklat, peyeum, tempe goreng, ikan asin, kain sarung, bando(?), kacamata, laptop, mp3, topi, ama kotak kecil.

"wa, ikan asin",taemin nyomot.
"goreng dulu",titah key.
"yang masak giliran siapa ntar?",minho buka suara.
jonghyun, onew, taemin angkat-angkat bahu.
key manyun,"cailah, sok-sokan pake giliran segala, tiap hari aku yang masak juga".
"aku juga tau",onew unjuk tangan. -di hello baby author salut sama ni anak satu, pinter masaak-
"iya, ama hyung. yang lainnya sok ga tau aja",key ngedumel.
"ikannya dapet darimana key?"minho nanya.
"dari shawol",key ngambil kotak kecil.
"ha? ini dari shawol semua? laptop juga?",taemin melotot.
"iye",key angguk-angguk.
"ya ampun, mau laptop jugaa",onew manyun, sambil lipet baju berantakan di lantai yang baru diangkat dari jemuran.
"banyak yang ngasih, tapi..",key ngelirik sinis jonghyun, yang dilirik ngacir kekamar sambil geteng-geteng ransel yang kayanya berat.
"tapi?",minho nyambung.
"udah diambil dia tuh, ada kamera, ada ipod, hp, kunci apartement, kunci mobil, miniatur power ranger, mp3, kacang goreng, nasi uduk, mp4, tv juga ada, terus semangka, pete, kunci toko elektroniknya juga ada",key busa-busa ngomongnya.
"ih waw,ipoood!",taemin bersinar.
"ih waw, mp444!",onew bersinar.
"ih waw, petee!",minho bersinar.
sinarnya langsung redup waktu 3 pasang mata ngeliat aneh ke dia.
"so what? pete adanya kan di Indonesia aja, aku pengen deh kesana",minho ngawang. -dan kali ini emang disengaja Indonesia eksis lagee xD-
taemin lari kekamar jonghyun, ketok-ketok pintu.
"hyuung, ada yang ngasih catokan rambut ga?",tae teriak.
"ada, masuk-masuk",jonghyun bales teriak, taemin masuk kamar.
mata onew bersinar,"wah, enak tuh. aku coba juga",onew bangkit ama iringan kepalan tangan suport dari key ama minho.
"ehm, ehm *testing suara* j-j-jonghyuun-aa",onew ketok pintu juga.
"ye?",kepala jonghyun nongol dari dalem.
onew senyum, nyoba ngintip, keliatan taemin lagi nyatok rambut(?).
"bagi juga dong",onew minta.
"mau apa?",kepala jonghyun gak geser.
"hp dong",onew kerjap-kerjap.
"buat umma",jawab si boss terkaya malem itu.
"hm, mp3?",si lead tanya lagi.
"buat appa",tolak si bling-bling.
"kunci apartement?",masih usaha ni bocah.
"buaat.."
tae dari dalem kamar teriak, "taemin, taemiin!"
"iya, buat taemin",unjuk jonghyun.
"nasi uduk?",masih kekeuh.
"udah abis, baru aja. kenapa baru tanya?"tampang jonghyun sok kasian.
onew manyun,"pete deh petee"
"ha, yang itu ada. nih",jonghyun ngambil pete dari saku belakang celananya.
"pelit",onew hentakin kaki.

key buka kotak, "tombol?"
pas mo pencet, "jangan",minho teriak.
"kenapa?",key tanya.
"ntar buaaar! ga taunya kita jadi tua, ga mau ah",minho geleng-geleng.
"lebay, mana ada yang begitu",key melet.
"apa tuh, apa tuh?",si pete dateng.
"kotak, ada tombolnya",key nyodorin kotaknya ke onew.
onew langsung kerlin-kerling kanan kiri,"uang kaget? bedah rumah?" *ini apaa lagi, uang kaget bedah rumah, emang orang miskin?*
key jentik jari,"haa, hidden camera?".
minho langsung ambil kaca rias kecil, ngatur rambut, "bahaya ini, rambut aku kalo malem suka kaya genderuwo, tak boleh ini, tak boleh".
key sama onew langsung ngeh, "iye, aku juga"
beberapa detik mereka sibuk, key sadar, "ah, ga mungkin.. hidden mah dikerjain kan? siape yang mo kerjain coba? orang cuma kita doang disini".
"terus?",minho berenti ngaca.
"kita pencet aja",onew semangat.
key ngeliat sekitar,"hmm.. iya, kita pencet aya kali ya, siapa tau ntar ada duit sekarung jatoh dari langit",dan key memencet tombol merah itu.

cenet. begitu bunyinya.

slap dzing! bwuussh, drak, drruak.. tang, pletak.. duarr.. HAAP!
MEREKA BERTIGA SAMPAI DI DESA, ENTAH DESA APA JUGA GA TAU.

jalannya masih tanah, gak ada mobil, motor, dokar, becakpun ga ada apalagi pesawat -,-, key histeris. masih malam. cahaya remang rumah penduduk keliatan satu-satu dari jauh.

"huaa, dimana ini, dimana??"minho lari-lari kesana kemari.
"heh, diem",onew jalan pelan.
"ini dimana ya?"key celingak-celinguk.
"gak tauu. apa aku bilang, tombolnya bawa sial. kok bisa sampe sini siih?",minho mencak-mencak.
key natap sinis,"heh, gw juga takut tau. diem dulu makanya!! kita check dulu",keluarin hp.
"GPS nya nunjukin kita dirumah kita kok",key garuk-garuk.
"mesin waktu",gumam onew sok paham.
"yang kasih kotak sape key?",minho noyor key.
key manyun, "shawol! tapi bapak-bapak".
onew jalan muter-muter,"pasti ada yang salah!"
"iyalah, emang salah. coba ga dipencet tadi",minho bawel.
pletak, key lempar sendal ke minho.
minho natap tajam ke key, "apa? heboh lagi aku getok ke tiang listrik sampe pingsan ntar, mau?"
minho geleng-geleng.
tiba-tiba lewatlah seorang gadis paruh baya yang mukanya gak jelas banget, bawa lampu senter. senter? ada senter tah? ada duoong.
"kenapa,mas?",tanya si gadis.
"tanya mbak, ini di mana ya?"onew senyum.
"padang,mas",si gadis jawab.
"he? padang?",key ngeri.
"padang? indonesia?",onew nanya. *cailah,pura-puranya onew tau tuh padang dimana*
"hm",tu cewe ngangguk.
minho dateng, "mbaak, pulangin saya ke korea mbaak. besok mau show ni sayaa mbak!", stress akut -,,-
si mbak-mbaknya, "he?"
key langsung bekap mulut si minho dan membuangnya'?' jauh ke ujung bumi.
"dia agak stress, hallo saya key, mbak siapa?",key calm, sok cool.
"maymunah",si cewek senyum juga.
onew jijik banget liat key gatel, "heh, gatel, gantian".
onew buang'?' key ke ujung bumi juga kaya minho.
"onew..",onew juga ganjen kali.
"may",terima uluran tangan onew.
"ini tahun berapa mbak?",onew nanya.
"1920",jawab enteng si may.
"HA??",ketiga pria tampan tapi dudung itu terpukau (baca:melongo kaget)
"ya tuhan, apa ini?"key pelukan sama minho.

sementara itu, dikorea taemin dan jonghyun masih maen catok-catokan dalem kamar. belum sadar rupanya kalo si emak key, charisma minho, ama lead onew lenyap ditelan optimus prime, huahahaha xD

"laper hyung",taemin ngelus perut.
"iya ih laper, minta key bikin telor dadar yuk",jonghyun berdiri.
"hayuu~",taemin buka pintu kamar, dan kosong melompong. tak ada suara, semua binasa.
cuma ada pete yang tergeletak pasrah dan hadiah-hadiah shawol punya key yang berantakan dilantai.
"ummaaa",taemin teriak.
nope respond, nah lho?
"keeey? minhoo? ya, jin kii!!",jonghyun puter-puter dormi.
"kemana mereka?",taemin juga ikut meriksa.
"dimakan mojojojo xD", (musuh besar power puff girls) jonghyun ketawa.
taemin ketawa, "masa iya?"
"mungkin, ya, kita penguasa rumah",jonghyun tertawa.
taemin nunduk,"tapi lapeer"
"kita pesen pizza",jonghyun senyum.
taemin bersinar, "oke,kamu yang bayar ya".
jonghyun manyun tapi terus ngangguk,"ya udahlah".
mereka bahagia.
kesian tu jejaka tiga, ga dicariin, malah ditinggal makan pizza xP

didesa itu. key ama onew masih ngobrol. minho ngorek-ngorek tanah sambil ngedumel.
"coba aja tadi ga dipencet, kan enak",ngomel.
"stt",key gusar,pdkt terganggu.
"kalian gak percaya aku sih, coba aja tadi denger kata aku",minho manyun.
onew marah,"stt"
key ama onew kayanya ga peduli di taun berapa mereka sekarang, gimana cara pulangnya, yang penting ditaun 1920 udah ada makhluk yang namanya perempuan udah bahagia mereka =="
"sekarang gimana dong?ini mah lebih parah daripada jadi tua kali",minho ngomel lagi.
minho ngeraba sakunya, eh.. nemu senter. langsung pake senter nyenterin muka si mbak may.
"mbak? mukanya kok cemong mbak?",minho berdiri.
"aku pake pemulus muka, biar putih dan bersinar",si may ngusap mukanya yang cemong-cemong putih.
key menelan ludah, "pemulus muka? gak ada ponds ya mbak?" (mas,mas jaman taun 20-an mana ada, mas? ponds pula -,,-)
"gak, ponds apa? buat muka?"eh si mbak nanya.
"he-eh~" si key ngangguk.
"mana ada.. mas-mas ini dari mana? mau tinggal dirumah saya sementara?",si gadis nawarin.
"boleh boleh",onew ngangguk seneng xD
minho terkapar,"yaa! kim kibum, lee jin ki! kalian napa bawa aku ke jaman edo gini? kan udah aku bilang tadi, firasatku benerkan",masih aja heboh.
dan, pletakk! key nimpuk minho pake batu malin kundang, sampe tu jejaka satu semaput -,-, terkapar, tapi masih gumam,"pulaaang, ummaaa~"

dikorea yang sebenernya, udah pagi. taemin bangun, langsung nyalain tv terus nyomot pizza sisa semalem. nyambung makan. gezz -.-
jonghyun baru bangun masih merem melek, ngucek-ngucek mata, "belum pada pulang ya?"
taemin geleng-geleng, "laper lagi,hyung".
"pada kemana sih? coba telpon deh tae",jonghyun nyenggol dengkul taemin.
taemin mencet nomer hp key,"non active?",ngomong sendiri.
kali ini nomer onew, bunyi hp onew kedengeran dibawah bantal, "kok bisa disini?",jonghyun mati-in mc-annya taemin dihp onew.
"minho coba", tae ngangguk, "non active juga. otoke? mereka menghilang",taemin cemas.
"pasti ada sesuatu yang terjadi, onew ga mungkin ninggalin hpnya kalau dia keluar rumah",pikir jonghyun, taemin ngangguk setuju.
"bener-bener, soalnya kalo dia tinggal ntar kita maenin, mana mau dia ninggalin, tapi kemana dong?",taemin remes tangan.
jonghyun nyomot pizza semalem, dikunyah sadis, "bener! ini bener! pasti gitu!"
"apanya yang bener gitu hyung?",taemin nanya.
"mereka bertiga diculik ama mojojojo! hp onew yang ketinggalan noh buktinya",jonghyun serius.
"ya ampuun~ mana adaa hyung",tae geleng-geleng.
hpnya bunyi, lee sung min nelpon.
"ya hyung? apa? jadi show jadi dicepetin jam 10? siapa yang bilang? pak raden? ha.. tapi hyung, ada masalah.. i-itu.. key hyung, onew hyung, ama minho hyung lenyap..",tae nunduk.
diujung telpon,"MWO? LHA KOK BISA? KENAPA BISA ILANG?"
"diculik mojojojo x(",taemin ngigau. -,- bodor ah, masa ikutin jonghyun?
'tuuut',kayanya lee sung min pingsan seketika.

didesa mbak cemong. key, minho, sama onew, tidur pelukan bertiga.
"bangun, mas. sarapan dulu",mbak cemong bawa nampan isi 3 piring, ama 3 gelas air putih.
onew buka mata, slap. inget lagi semalem dia tiba-tiba sampe di desa entah berantah.
"makasi. eh,mbak kok masih cemong?",onew nunjuk muka si may.
"ini udah ganti krim lagi mas, tadi pas mandi dicuci yang semalem. makan mas",si may keluar rumah.
onew noel pipi key,"heh,bangun bawel"
yang ditoel ga geming, aha!
onew deketin telinga key, sok ngomong sexy, "ahh, oppa.. oppa~ <3 ireona, oppa. ppaliiy~",key senyum langsung melek.
"makan!!",onew ketus lagi, taktik lama berhasil bung -,- nyahahahahaha xD
key manyun, "ini apa?",nunjuk piring.
"lontong sayur",onew ngunyah.
"enak yaa. minho belom bangun juga?",key ngelirik minho yang masih tepar.
"hm, capek nangis tuh mungkin. bangunin gih".
key kitik-kitik kaki minho, ga ngaruh -,- geez. aha! (anak SHINee idenya segudang yee xD)
"kebakaran, kebakaraaan",key teriak ditelinga minho.
minho langsung duduk, "dimana, dimana? air, air!"
key nepok tangan, "mokja, hyung",key nunjuk piring yang belom dimakan isinya.
"dimana ini?",minho sadar lagi, mukanya berubah surem lagi, mungkin rencana mau ngedumel lagi, tapi mulutnya dicekokin lontong sayur ama key.
"enak kan?",onew nanya.
"hm, enak.."minho lanjut makan.
"gimana balik ke dormi ya? taemin sama jonghyun sadar gak ya kita ngilang?",onew mikir.
si may'munah' masuk lagi, "bisa bantu aku panen jeruk gak?"
key ama onew ngangguk, "apapun untukmu may", koor tu anak 2.
minho jilatin sendok, tidur lagi. may natap kuyu ke minho. key ama onew, ok! minho? x(
key narik minho, "dia ikut juga kok mbak, pasti!"
si may senyum, "ayok!"
dan akhirnya dengan keikhlasan hati, key, minho ama onew sukses jadi pemanen jeruk pagi itu, mereka make topi petani ama geteng-geteng keranjang kesana kemari. kebon si may luaasnya minta ampun. udah sampe jam 10, masih banyak yang belom dipanen.
"boleh bagi gak may?",key comot jeruk di pohon.
"bolehlah, makan aja",may senyum.
key terpesona, meskipun si may masih cemang-cemong mukanya, tapi dia yakin dibalik kemoceng, eh kecemongan muka (cailah, bahasa gww~) seorang maymunah, tersimpan harta karun(?) apaa coba -,- tersimpan muka caem yang dipengenin key buat dipacarin xD
begitu jeruk ditangan tandas masuk mulut, key narik tangan mbak may, "mbak, jadi pacarku ya?"
si moceng, haduh si cemong malu, "aku tak pantas kang xD"
"tak pantas gimana? kamu cantik darling",key ngusap pipi cemong may.
"tapi aku moceng, halah cemong kang",may nunduk.
"ga papa darling, kan bisa dicuci pake air",key angkat dagu may.
may senyum. key senyum. mereka senyam-senyum.
dan tiba-tiba dari arah belakang, dateng cangkul terbang, operan onew, "key! tangkap!"
plang! yang disuruh nangkap malah telmi gara-gara kasmaran, kena telak tuh dikepala umma key. dan terkapar seketika.
"may, sama aku aja pacarannya yuk",onew lari-lari india dari jauh.
may malu, "gak ah~"
dan terjadi kejar-kejar india dikebon jeruk siang itu. antara moceng, eh cemong dan lead SHINee kita, TAEMIN eh, ONEEW!!
minho ngadem sambil kipas-kipas, lewat bapak-bapak, tu bapak juga duduk deket dia.
"om'?'",sapa si charisma. si bapak cuman natap lurus kebon jeruk si may.
"terima kasih kamu mau bantu putriku panen jeruk ya",bapak itu ngeluarin kotak. ngasih ke minho.
minho senyum, "oh, jadi om, ayahnya mbak cemong eh may ya?".
si bapak ngangguk, "berkat kau dan temanmu kehidupan masa depan generasiku tertolong. maaf merepotkan",si bapak gaje.
"he? ini buat apa om?",minho malu terima kotaknya, tapi dibuka juga. cih -,- haha, sape tau isinya cincin emas putih, ya gak?
si bapak senyum, he? tombol?
"t-t-ttombol ini?"minho kaget. kotak isi tombol yang sama kaya kotak si umma key.
si bapak ngangguk, "bisa pulang lho",dia bilang.
minho girang, loncat-loncat, guling sana, guling sini, begitu mo bilang makasih, si bapaknya ngilang.
"keey, oneew! ayo pulaang teman-teman!",minho jejingkarakan lari turun bukit jeruk, kearah key ama onew.
"bisa pulang?",key yang rebahan abis pingsan langsung berdiri.
"hooh, hooh. nih~",minho kasih kotak tombol ke key.
key berbinar, "wah, hyung. pulang yuk!"
key gak rela mbak cemong milih onew, mending pulang aja.
key nyegat onew yang 'masih' lari india ama may, "pulang!".

ketiga bocah itu ngumpul, "mbak may ikut yuk?"
si cemong geleng-geleng, "gak ah.."
onew narik mbak may,
dan detik itu juga key mencet tombol!

cinut. bunyinya beda dari yang pertama.

slap. dzzziung, plash ctaaar, duuom, plaang, jtaaash, HAP!

SAMPE DORMI LAGI~ HURRAY~! xD 'authorpun bahagia karena mo ending juga'

ditangan onew gak si mbak cemong lagi, cuma ada.. bajunya dan abu yang tumpah dilantai. abu jenazah kah? hiy -,,- onew gedeg, "hiy! ngeri", agak loncat ngelepas baju ditangannya
key ama minho sok terharu, pegangan tangan, kanan sama kanan, kiri sama kiri, tatap-tatapan, "terima kasih, mbak moceng", mereka ngomong bareng xD

tapi, PEMANDANGAN APA INI?
diasrama ada pesta?! ketiga member ilang tapi ttu curut berdua itu malah ngadain party?

taemin bagi-bagi topi minho ke anak-anak SJ, "eunhyuk hyung, ini buatmu saja, mereka sudah tiwas kayanya".
eunhyuk jingkrak-jingkrak, "ada lagi?"
jonghyun nyodorin mp3 pink key, "nih, buat sungmin hyung aja"
yang dikasih juga jingkrak-jingkrak =.=*
key tereak, "YAA! APA-APAAN KALIAN? BAGI-BAGI HARTA WARISAN HAH?"
mata key, minho, ama onew berapi-api.
"BARU SEHARI DITINGGAL, UDAH NGELUNJAK YA, EMANG KAMI UDAH MATI APA?",dan onew teriak juga.
taemin dongak, "he? cepet amat baliknya hyung?".

key berapi-rapi.
firasat leeteuk gak enak, "pasukaan!!"
"siaap!",koor anak ayam SJ sorak-sorai.
"pulang! disini bakal ada perang dunia ke 3".
semua member ketakutan, cepet-cepet bebenah, kang in nenteng sendal jepitnya keluar dormi SHINee.

sepi, sunyi. dan tinggal berlima. KEY, ONEW, MINHO VS TAEMIN, JONGHYUN xDD

ada amarah yang membara disana xDD

plak, tepak, kecepak, kecipuk, dzing, ssiung, buaar, prang, pletak HYAAAT! x(

hari yang suram di SHINee's dormitory

skor akhir 7-0
'7 buat key and gank, 0 buat taemin and gank'

hidup jeruk kuning! =.=

gamsahamnida
mohon rclnya ya <3

1st

ah,,,the first...
gak tau mau nulis apaan...
gumawo ridho yurham *membungkuk ala korea...
mari kita nge-blog...
hihihi~